Macam-Macam Hubungan Sosial

Ada macam-macam  hubungan sosial di masyarakat. Hubungan-hubungan tersebut memiliki peran dan dampaknya tersendiri. Macam-macam hubungan sosial, bisa kita ambil dari beberapa hal, di antaranya:
Menurut Status
  1. Hubungan tertutup, adalah hubungan sosial yang terjadi dalam satu golongan sosial tertentu, misal, golongan bangsawan bergaul hanya dengan bangsawan.
  2. Hubungan terbuka, adalah bentuk hubungan sosial yang di sebabkan oleh perbadaan setatus di masyarakat, bukan oleh kelompok sosial, misal, hubungan antara pimpinan dengan bawahan, hubungan antara guru dengan siswa, dsb.
Menurut Tingkat
  1. Hubungan sosial horizontal, adalah hubungan sosial antara individu atau kelompok yang sederajat yang saling berkepentingan yang sama misalnya, hubungan antara siswa dengan siswa, guru dengan guru, hubungan antara karyawan dan sebagainya.
  2. Hubungan sosil vertical, adalah bentuk hubungan sosial yang didasarkan pada perbedaan kedudukan.misalnya antara pemimpin dengan bawahan.dalam hubungan ini seorang bawahan tidak dapat memerintahkan atasan tetapi sebaliknya atasan yang memberi perintah ke bawahan.
Menurut waktu
  1. hubungan temporer, adalah bentuk hubungan sosial yang sifatnya sementara atau dalam waktu tertentu, misal, anda bepergian naik kereta umum, bentuk hubungan anda dengan karyawan angkutan, itu hanya sampai ketempat tujuan.
  2. hubungan permanen, adalah bentuk hubungan sosial yang sifatnya lama, bahkan dapat seumur hidup, misal, hubungan antara ayah, ibu dan anak.
Menurut Kepentingan
  1. Hubungan sosial primer, adalah hubungan sosial yang bersifat pribadi hubungan pribadi tersebut melekat pada kepribadian seseorang, dan tidak dapat diganti oleh orang lain, misal, Adi mempunyai hubungan pribadi dengan Ida, maka hubungan pribadi tersebut hanya terjadi antara Adi dan Ida, tidak mungkin kakak atau adik Ida yang menggantikannya.
  2. Hubungan sosial sekunder, adalah hubungan sosial yang bersifat formal (resmi) impersional (terpisah-pisah, tidak bersifat pribadi) dan segmental (terpisah-pisah) yang didasarkan asas manfaat, misal, penyajian kontrak antara dua pihak, baik sebagai individu maupun sebagai organisasi, misalnya kontrak jual bali
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar