Klasifikasi Bintang Laut


Klasifikasi Bintang laut Culcita sp. Bintang laut adalah salah satu spesies dari kelas Asteroidea, dan merupakan kelompok Echinodermata. Filum Echinodermata terdiri atas lebih kurang 6.000 spesies, dan semuanya hidup di air laut. Ciri-ciri yang menonjol adalah kulit yang berduri dan simetris radial (Lariman 2011). Klasifikasi bintang laut menurut James (1989) adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Echinodermata
Kelas : Asteroidea
Ordo : Forcipulata
Famili : Oreasteridae
Genus : Culcita
Spesies : Culcita sp.
Culcita sp. merupakan jenis bintang laut yang memiliki lengan, berbentuk segi lima, tubuhnya tebal seperti roti. Warna tubuh dari bintang laut ini adalah kuning kecoklatan. Hidupnya di daerah terumbu karang, dasar berpasir, dan padang lamun. Bintang laut bentuknya mengikuti kontur permukaan bebatuan.
Hewan ini pada umumnya menempati daerah yang digenangi air. Bintang laut berbentuk simetris radial, permukaan bagian bawahnyamemiliki kaki tabung, yang masing-masing dapat bertindak sebagai cakrampenyedot. Bintang laut mengkoordinasikan kaki tabungnya untuk menempel padabebatuan dan atau untuk merangkak secara perlahan-lahan, sementara kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram sekali lagi. Bintang laut juga menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat mangsa, antara lain remis dan tiram (Lariman 2011).
Bintang laut sebagaimana anggota filum echinodermata lainnya mempunyai susunan tubuh bersimetri lima (pentraradial simetri), tubuh berbentuk cakram yang di dalamnya terdapat sistem pencernaan, sistem respirasi, dan sistem saraf. Tubuh dilindungi oleh lempeng kapur berbentuk perisai (ossicles). Mulut dan anus terletak di sisi yang sama yaitu di sisi oral (Safitri 2010). Kehadiran bintang laut biru Linckia laevigata dan bintang bantal Culcita novaeguinenae merupakan pemandangan umum pada ekosistem terumbu karang. Bintang laut pemakan poli karang (Acanthaster planci) relatif jarang dijumpai di perairan ini.
Penelitian bintang laut di Indonesia masih jarang dilakukan. Informasi kelompok hewan ini biasanya merupakan hasil studi ekologi dan dipublikasikan sebagai bagian dari filum Echinodermata (Aziz dan Al-Hakim 2007).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar