Klasifikasi Bakteri

Klasifikasi bakteri merupakan salah satu cara mempelajari bakteri dengan mengelompokkannya kedalam jenis-jenis tertentu. Klasifikai bakteri penting dilakukan, mengingat bakteri terdiri dari ribuan jenis, ada yang menguntungkan manusia, dan adapula yang merugikan manusia.
Berdasarkan bentuk morfologinya, maka klasifikasi bakteri dapat di bagi atas tiga bagian (Pratiwi, 2008) yaitu:
Bentuk Basil
Basil dari kata bacillus, merupakan bakteri yang bentuknya menyerupai batang atau silinder, membelah dalam satu bidang, basil dapat berupa batang tunggal, berpasangan atau bentuk rantai pendek atau panjang. Bentuk basil ini dapat dibedakan atas:
  1. Bentuk tunggal, yaitu basil yang terlepas satu sama lain dengan ujung-ujungnya yang tumpul. 
  2. Diplobasil, yaitu basil yang bergandengan dua-dua dengan ujung-ujungnya yang tumpul. 
  3. Streptobasil, yaitu basil yang bergandeng-gandengan panjang dengan ujung-ujungnya yang tumpul.
Bentuk kokus
Kokus adalah bakteri yang berbentuk bulat atau oval, ada yang hidup sendiri dan ada yang dijumpai hidup berpasangan, kubus atau membentuk rantai panjang, bergantung pada caranya membelah diri kemudian melekat satu sama lain setelah pembelahan. Bentuk kokus ini dapat dibedakan atas:
  1. Diplokokus, yaitu kokus yang bergandengan dua-dua. 
  2. Tetrakokus, yaitu kokus yang mengelompok berempat. 
  3. Stapfilokokus, yaitu kokus yang mengelompok merupakan suatu untaian. 
  4. Streptokokus, yaitu kokus yang bergandeng-gandengan panjang seperti rantai. 
  5. Sarsina, kokus yang mengelompok serupa kubus.
Bentuk Spiral
Kelompok bakteri ini terdiri atas beraneka ragam bentuk bakteri berbentuk silinder, yang bukan lurus seperti basil melainkan melingkar. Bakteri bentuk spiral ini dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain:
  1. Vibrio, yaitu bakteri yang benbentuk batang melengkung menyerupai koma, ada yang tumbuh sebagai benang-benang membelit atau berbentuk. 
  2. Spiril, yaitu dari kata spirilium yang menyerupai spiral atau lilitan yang sebenarnya. 
  3. Spirochaeta, yaitu merupakan bakteri spiral, tetapi bakteri ini memiliki spiril yang bersifat fleksibel (mampu melenturkan dan melekukkan tubuhnya sambil bergerak).
Berdasarkan tempat kedudukan flagel, maka bakteri dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Waluyo, 2004):
  1. Monotrik, jika flagel hanya satu dan melekat pada ujung sel. 
  2. Lofotrik, jika flagel yang melekat pada salah satu ujung sel banyak. 
  3. Amfitrik, jika flagel melekat pada kedua ujung sel masing-masing satu flagel. 
  4. Peritrik, jika flagel tersebar dari ujung sampai ke sisi-sisi sel. 
  5. Atrik, jika spesies tidak mempunyai flagel sama sekali.
Berdasarkan pengecatan gram, maka bakteri dapat dibedakan menjadi dua bagian (Lay, 1994) yaitu: 
  1. Bakteri gram positif, yaitu bakteri yang dapat mengikat zat warna pertama (kristal violet) akan memberikan warna ungu dan setelah dicuci dengan alkohol, warna ungu tersebut akan tetap kelihatan. Kemudian ditambahkan zat warna kedua (safranin), warna ungu pada bakteri tidak berubah. 
  2. Bakteri gram negatif, yaitu bakteri yang kehilangan warna dari kristal violet ketika dicuci dengan alkohol dan setelah diberi zat warna kedua (safranin), bakteri akan memberikan warna merah muda
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar