Ilustrasi Manusia dan Komputer, Sebuah Renungan

Manusia dan komputer memang sudah sangat akrab, bahkan sudah saling membantu dan saling ketergantungan. Manusia mengembangkan perangkat komputer dan komputer pun membantu manusia menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah diluar kemampuan fisikal manusia. Sebuah simbiosis yang saling menguntungkan.
Manusia mengembangkan perangkat komputer hingga dapat mengalahkan kemampuan manusia itu sendiri. Bahkan keberadaan manusia sudah dapat digantikan oleh komputer dalam mengerjakan berbagai pekerjaan. Sehingga timbul kecemburuan dan ketakutan serta persaingan antara manusia dan ciptaannya sendiri (komputer).
Keluar dari dua hubungan yang di atas (yang saling menguntungkan dan kemudian berkompetisi), pada dasarnya manusia dan komputer mempunyai sisi-sisi kesamaan yang sangat mirip, keduanya merupakan ciptaan yang manusia menampilkan sisi-sisi ke-Tuhanan.
Pada dasarnya, manusia dan komputer di ciptakan dalam 3 bagian yang saling mendukung, yaitu Jasad (Jasmani), Ruh dan Jiwa (di edit dari blog PsychoPisces)
Jasad (Jasmani)
Jasmani adalah merupakan hardware-nya yang mempunyai beberapa spesifikasi, diantaranya:

  1. Memiliki hawa nafsu (yang selalu menginginkan serba lebih) 
  2. Memiliki jangka waktu pakai (apabila tidak dirawat secara baik, akan menjejaskan kualitinya) 
  3. Seiring dengan perjalanan waktu kemampuan hardware semakin lemah begitu juga hawa nafsunya.
Ruh
Ruh manusia ibarat arus listrik pada komputer.

  1. Tanpa arus listrik hardware tidak dapat digerakan 
  2. Arus listrik ini ada jangka waktunya. Jangka waktu ini boleh diberhentikan oleh “Pembekal”-nya kalau kontraknya sudah tamat. Siapakah pembekalnya..? "ALLAH"
Jiwa
Jiwa ini diibarartkan CPU pada komputer.

  1. Dengan CPU kita dapat kawal hardwarenya 
  2. CPU saja tidak cukup, kita perlu ada operasi sistem dan juga software pendukung lainnya (karena sejak lahirnya selalu dilatih dan ditambah softwarenya secara bertahap sesuai kemampuannya. Semakin banyak softwarenya, semakin canggihlah sebuah komputer).
Dalam kehidupan jiwa (CPU), jiwa sangat patuh pada keperluan jasmaninya (Hardware) atau ia dikatakan selalu menurut hawa nafsunya. Dan kadang-kadang jiwa (CPU) boleh dikendalikan dengan baik oleh Ruhnya (Arus listrik). Hawa nafsu selalu mengajak kepada keburukan. sedangkan Ruh (Arus listrik) selalu mengajak kepada kebaikan dan taat kepada pembekalnya.
Penghidupan sebuah komputer senantiasa mendapat gangguan dan ancaman yang bersifat external daripada Virus, siapakah Virus itu? IBLIS dan tentaranya. Untuk itu komputer harus dilengkapi dengan anti Virus yang selalu Update agar dapat menghalang berbagai serangan Virus. Kita harus selalu mengupdate anti virus.
Update inilah yang dinamakan SHOLAT. Anti Virus inilah yang dikenali dengan AGAMA, dan anti virus yang terbaik kita adalah ISLAM.
Siapakah yang bertanggunjawab terhadap aktivitas manusia?
Jasamani (Hardware)
Hanya sebagai pelaksana perintah saja. Pada saat kita mengenal dunia, jasmani akan hancur menjadi tanah karena ia hanya merupakan barang pinjaman bukan hak milik.
Apakah Ruh? BUKAN..!
Ruh hanya memberi arus listrik atau kuasa kepada Jasmani (hardware), tanpa sebuah komputer akan lumpuh walau secanggih mana apapun ia. Pada saat kita meninggal dunia, Ruh inilah dicabut oleh pesuruhnya dan akan kembali kepada "Sang Pemiliknya".
Siapa pesuruhnya? MALAIKAT, dan siapa Sang Pemiliknya? ALLAH.
Kalau begitu.. Jiwakah yang bertanggungjawab?
YA.. MEMANG JIWA..
Sang jiwalah (CPU) yang bertanggungjawab, karena ia merupakan pusat segala proses dan disinilah segala keputusan dibuat, dan sudah tentu segala proses CPU tidak berfungsi tanpa arus listrik, dan hasil perintah tidak akan terwujud apabila tidak ada hardwarenya. CPU boleh memutuskan perbuatan baik / positif dan boleh juga perbuatan tidak baik / negatif. Dan... Semua aktiviti-aktiviti CPU direkam dengan sebuah alat yang dinamakan MEMORY. Ada 2 memory yaitu MEMORY SEMENTARA (RAM) dan MEMORY TETAP (HARD DISK).
RAM__Memory ini akan tersimpan sementara saja, Jika kita meninggal dunia memory ini akan hilang. HARD DISK__Di memory ini tersimpan dengan lengkap, tidak ada yang pernah luput, KECUALI yang mengusai komputer berniat menghapusnya. Siapakah yang menguasai komputer? ALLAH. Penghapusan data ini dinamakan? AMPUNAN.
Maka dari itu sudah menjadi keharusan bagi kita untuk senantiasa memohon ampunan kepada pemilik kita. Agar hidup kita senantiasa selalu aman dalam perlindungan-Nya.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar