Bursa Kerja Khusus

Bursa  kerja  khusus (BKK) adalah  suatu  lembaga  yang  mempunyai  fungsi  untukmerekrut tenaga kerja baru dan kemudian disalurkan atau ditempatkan kedunia  kerja  atau  dunia  industri  sesuai  dengan  perjanjian  yang  telah disepakati  sebelumnya.  Penyelenggaraan  bursa  kerja  merupakan  upaya untuk  mendekatkan  antara  peluang  kerja  yang  ada  dengan  SDM  yang tersedia. Hal ini sama halnya dengan yang dikemukakan oleh Kementrian Transmigrasi  bahwa  “Bursa  Kerja  adalah  lembaga  yang  menjalankan fungsi  penempatan  untuk mempertemukan  antara  pencari  kerja  dengan pekerjaan  baik  dalam  hubungan  kerja  maupun  diluar  hubungan” Depnakertrans  RI,  Dirjen  Binapenta  (2001). Menurut Departemen Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Depnakertrans RI,  Dirjen  Binapenta (2001) “Bursa  Kerja  Khusus  adalah  Bursa  Kerja  di  Satuan  Pendidikan Menengah,  di  Satuan  Pendidikan  Tinggi  dan  di  Lembaga  kerja, pendaftaran  pencari  kerja,  memberi  penyuluhan  dan  bimbingan  jabatan serta penyaluran dan penempatan pencari kerja”.
Sebagai salah satu bentuk nyata dari pemerintah dalam memperluas kesempatan  pencari  kerja  untuk  mendapatkan  informasi  dan  lowongan pekerjaan,  maka  dibentuklah  bursa  kerja.  Kali  ini  pemerintah mengikutsertakan  lembaga  pendidikan  sebagai  pihak  yang  diberi keistimewaan dan wewenang dalam penyaluran tenaga kerja melalui Bursa Kerja  Khusus.  Bursa  Kerja  Khusus  yang  diselenggarakan  oleh  satuan pendidikan  menengah  terutama  Sekolah  Menengah  Kejuruan  (SMK) bertugas  memberikan  pelayanan  antar  kerja  kepada  alumni  SMK  yang bersangkutan.
Izin  penyelengaaraan  BKK  di  tingkat  pendidikan  menengah  ini merupakan  salah  satu  kebijaksanaan  pemerintah  yang  dimaksudkan sebagai upaya untuk mendekatkan antara peluang kerja  yang ada dengan sumber daya manusia yang tersedia pada khususnya adalah lulusan SMK sebagai calon tenaga kerja. Dengan adanya kebijaksanaan ini diharapkan lebih  memudahkan  lulusan  SMK  dalam  memasuki  dunia  kerja  karena informasi tentang kesempatan kerja menjadi lebih mudah didapatkan.
Secara  yuridis  penyelenggaraan  BKK  ini  dikuatkan dengan perjanjian kerjasama Mendikbud dan Menaker No. 076/ U/ 1993 dan No.Kep.215/MEN/1993  tentang  pembentukan  Bursa  Kerja  dan  Panduan Penyelenggaraan  Bursa  Kerja  di  Satuan  Pendidikan  Menengah  dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, juga keputusan bersama Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Dirjen Binapenta No. 009/KEP/U/1994 dan No.  KEP.02/bp/1994  tentang  pembentukan  Bursa  Kerja   di  Satuan Pendidikan Menengah dan Panduan Penyelenggaraan Bursa Kerja.
Departemen tenaga kerja mengemukakan beberapa tugas dan fungsi dari Bursa Kerja Khusus di Satuan Pendidikan Menengah menurut Triani Puji A, sebagaimana dikutip oleh Karyanto (1996) menyatakan:
  1. Memberikan  layanan  informasi  ketenagakerjaan  pada  pelajar dan alumni yang akan memasuki dunia kerja 
  2. Membina dan  mengembangkan  hubungan  kerjasama  dengan lembaga  pemerintah  dan  swasta  termasuk  dunia  kerja  dan alumni  yang  telah  bekerja  dalam  pengadaan  informasi  tentang latihan kerja dan penyalurannya sebagai tenaga kerja 
  3. Mengadakan  kegiatan  yang  berkaitan  dengan  rekruitmen  dan seleksi  calon  tenaga  kerja  atas  permintaan  Depnaker  atau lembaga  pemerintah  lain  atau  swasta  atas  bimbingan  dari Depnaker. 
  4. Membina  hubungan  dengan alumni  yang  telah  bekerja  dan berhasil  dalam  bidang  usaha  untuk  membantu  memberikan peluang  menyalurkan,  menempatkan  alumni  baru  dari almamaternya yang memerlukan pekerjaan. 
  5. Membantu  mengembangkan  dan  menyempurnakan  program pendidikan  dan  memperhatikan  tuntutan  lapangan  kerja  serta meningkatkan  peran  tenaga  pengajar  dalam  pembinaan  karir siswa alumni
Bursa kerja khusus mempunyai peran penting dalam layanan antar kerja  diantaranya  dengan  memberikan  informasi  ketenagakerjaan, membina  dan  mengembangkan  hubungan  kerjasama  dengan  lembaga pemerintah  dan  swasta,  melaksanakan  kegiatan  yang  berkaitan  dengan rekruitmen  dan  seleksi,  membina  hubungan  dengan  alumni  yang  sudah bekerja  serta  membantu  usaha  pengembangan  dan  penyempurnaan program  pendidikan  yang  membawa  manfaat  yang  sesuai  dengan  tujuan yang telah ditentukan.
BKK  memberikan  informasi  mengenai  ketenagakerjaan  mulai  dari menerima,  menampung,  mengidentifikasi  dan  mendata  jenis-jenis informasi  yang  didapat  dari  dunia  kerja  kemudian  menyampaikan informasi  tersebut  kepada  siswa  dan  alumni  sekolah  yang  bersangkutan.  Selain  itu,  BKK  juga  memiliki  andil  dalam  pelaksanaan  pengembangan karir siswa dan lulusannya, dalam hal ini BKK bekerjasama dengan pihak bimbingan konseling yang ada di sekolah.
Dalam  Bursa  Kerja  khusus  didalamnya  terdapat  system pelaksanaan BKK. Sistem Pelaksanaan BKK adalah sekelompok bagian atau unsur atau komponen BKK yang mempunyai hubungan fungsional yang  teratur  untuk  melaksanakan  aktivitas  BKK  agar  dapat  mencapai maksud dan tujuan BKK.
Sistem Pelaksanaan Bursa Kerja Khusus (BKK)
Dasar Hukum Pelaksanaan Bursa Kerja Khusus (BKK)
Dasar  hukum  pelaksanaan  BKK  adalah  landasan  yuridis yang digunakan  sebagai  pedoman untuk  mencapai  tujuannya.  Menurut Depnakertrans RI Dirjen Binapenta (2001) dalam kegiatannya, Bursa
Kerja Khusus harus memperhatikan dasar-dasar hukumnya, yaitu:
  1. Undang-undang  No.14  Tahun  1969  tentang  ketentuanketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja. 
  2. Undang-Undang  No.7  Tahun  1981  tentang  Wajib  Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan. 
  3. Keputusan Presiden RI No.4 Tahun 1980 tentang wajib Lapor Lowongan Pekerjaan. 
  4. Keputusan  Menaker  No.  Kep-207/MEN/1990  tentang  Sistem Antar Kerja. 
  5. Perjanjian  kerjasama  antara  Depdikbud  dan  Depnaker  No.076/U/1993  dan  Kep-215/MEN/1993  tentang  pembentukan Bursa  Kerja  di  satuan  Pendidikan  Menengah  dan  Pendidikan Tinggi. 
  6. Keputusan bersama  Dirjen  Pendidikan  Dasar  dan  Menengah Depdikbud  dan  Dirjen  Binapenta  Depnaker  No. 009/C/KEP/U/1994  dan  KEP.  02/BP/1994  tentang Pembentukan Bursa Kerja di Satuan Pendidikan Menengah dan Pemanduan Penyelenggaraan Bursa Kerja. 
  7. Undang-Undang  No.22  Tahun  1999  tentang  Pemerintahan Daerah. 
  8. Peraturan  Menaker  No.  PER-203/MEN/1999  tentang Penempatan Tenaga Kerja di Dalam Negeri. 
  9. Keputusan  Menteri  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  No.KEP/23/MEN/2001 tentang tata kerja dan Struktur Organisasi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Berdasarkan pedoman dasar hukum tersebut, maka BKK dapat melaksanakan  aktivitasnya  secara  teratur  dan  sistematis,  mulai  dari perencanaan, pengelolaan sampai evaluasi.
Ruang lingkup Kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK)
Dalam rangka melaksanakan segala aktivitas pelayanan antar kerja,  ruang  lingkup  kegiatan  BKK  menurut  Depnakertrans  RI Dirjen Binapenta (2001) adalah sebagai berikut:
  1. Mendaftar  dan  mendata  pencari  kerja  lulusannya  dan mengupayakan penempatannya 
  2. Mencari  dan  mendata  lowongan  kesempatan  kerja  yang diterima  serta  melaksanakan  kerjasama  dengan  pengguna tenaga kerja yang ada 
  3. Melakukakn  bimbingan  kepada  pencari  kerja  lulusannya untuk  mengetahui  bakat,  minat  dan  kemampuannya  sesuai kebutuhan  pengguna  tenaga  kerja  atau  untuk  berusaha mandiri 
  4. Melakukan  penawaran  kepada  pengguna  tenaga  kerja  atau untuk berusaha mandiri 
  5. Melakukan  penawaran  kepada  pengguna  tenaga  kerja mengenai persediaan tenaga kerja 
  6. Melakakukan  pengiriman  untuk  memenuhi  permintaan tenaga kerja 
  7. Mengadakan verifikasi sebagai tindak lanjut dari pengiriman dan penempatan yang telah dilakukan 
  8. Mencetak bentuk-bentuk formulir kartu antar kerja 
  9. Melakukan kerjasama dengan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia  (PJTKI)  untuk  penempatan  tenaga  kerja  ke  luar negeri 
  10. Melakukan  kerjasama  dengan  instansi/badan/lembaga masyarakat  dalam  rangka  pembinaan  kepada  pencari  kerja untuk berusaha mandiri 
  11. Melakukan  kerjasama  dengan  kantor  instansi  yang berwenang di bidang ketenagakerjaan baik propinsi maupun kabupaten/kota  serta  instansi  terkait  dalam  rangka  mencari informasi  pasar  kerja,  bursa  kerja  dan  informasi ketenagakerjaan lainnya.
Setelah semua informasi tersebut didapat, selanjutnya diberikan kepada  alumni  yang  belum  mendapatkan  pekerjaan  agar  dapat mendaftar dan mengikuti rekruitmen sebagai calon tenaga kerja. BKK memberikan  penyuluhan  dan  bimbingan  kepada  calon  tenaga  kerja tersebut  agar  diketahui  bakat,  minat,  dan  kemampuan  lulusan  yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Selanjutnya, penyaluran lulusan sebagai calon tenaga kerja yang disesuaikan  dengan  bakat,  minat  dan  kemampuannya  sehingga  calon tenaga kerja tersebut siap dikirim ke dunia usaha dan industri. Setelah penyaluran  dan  penempatan,  kemudian  BKK  melakukan  verifikasi dengan industri tempat kerja sebagai tindak lanjut dari pengiriman dan penempatan yang telah dilakukan.
Program Bursa Kerja Khusus (BKK)
Tolak  ukur  dari  keberhasilan  dari  program  penyelenggaraan BKK  dapat  dilihat  dari  keberhasilan  atau  tercapainya  tujuan-tujuan dari pelaksanaan BKK.
Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan BKK, menurut Suwardi (1999) menyatakan:
  1. Pemenuhan kelengkapan perizinan dan legalitas. Program ini keberhasilannya dapat diindikasikan dengan adanya SK dari kepala sekolah dan terbitnya surat ijin dari Depnaker. 
  2. Kelengkapan  fasilitas  BKK,  merupakan  program  yang bertujuan  untuk  melengkapi  fasilitas  fisik  BKK  untuk memperlancar kegiatannya  seperti  misalnya,  kelengkapan ruangan, meja, kursi, alat tulis dan sebagainya. 
  3. Pendaftaran  alumni  lulusan  SMK.  Diindikasikan  dengan tersedianya  data  tentang  nama  dan  alamat  lengkap  dari lulusan  yang  dipergunakan  untuk  perekrutan  calon  tenaga kerja  ketika  ada  lowongan  atau  kesempatan  kerja  yang ditawarkan melalui BKK. 
  4. Kunjungan  dan  penawaran  kerjasama  ke DUDI. Diindikasikan  dengan  banyaknya  jumlah  industri  yang  mau bekerjasama  dengan BKK  SMK  dari  seluruh  industri yang dikunjungi. 
  5. Pengiriman/penyaluran  lulusan  ke  dunia  kerja,  indikasi keberhasilan program ini dapat diketahui dengan banyaknya lulusan  atau  alumni  SMK  tersebut  yang  dapat  tersalur  ke dunia kerja melalui BKK.
Berdasarkan  uraian  tersebut  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa untuk  mengetahui  seberapa  besar  keberhasilan  program  Bursa  Kerja Khusus (BKK)  ini  di  SMK,  harus  memenuhi  persyaratan  dan memperhatikan hal-hal yang dijelaskan di atas.
Pertanggungjawaban Kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK)
Dalam setiap  periode  tertentu,  BKK  melaporkan  dan mempertanggungjawabkan semua kegiatannya dengan format tertentu kepada  Kepala  Kantor  Menakertrans  dan  Kepala  Kantor  Mendiknas Kabupaten/Kota  dengan  tembusan  Kepala  Kandis  Menakertrans  dan Kepala  Kandis  Mendiknas.  Dalam  pertanggungjawaban  tersebut disertakan  data  hasil  kerja  dari  BKK  disertai  dengan  analisis  yang diperlukan. Sesuai dengan petunjuk Teknis Bursa Kerja Khusus tahun 2011,  bahwa  pelaporan  atau  pertanggungjawaban  BKK  dilaksanakan setiap  minggu,  bulan  triwulan,  dan  tahunan  kepada  instansi  yang berwenang di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/Kota setempat.
Kemitraan dalam Bursa Kerja Khusus
Dalam  peraturan  pemerintah  Nomor.  14  th  1997  tentang kemitraan  pada  pasal  1  angka 1  pengertian  kemitraan  merupakan kerjasama  usaha  kecil  dan  usaha  menengah  dan  atau  usaha  besar dengan  memperlihatkan  prinsip  saling  memerlukan,  saling memperkuat dan saling menguntungkan.
Menurut Muhammad Jafar Hafsah (1999): Kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak  atau  lebih  dalam  jangka  waktu  tertentu  untuk  meraih keuntungan  bersama  dengan  prinsip  saling  membutuhkan  dan saling  membesarkan  karena  merupakan  strategi  bisnis  maka keberhasilan  kemitraan sangat  ditentukan  oleh  adanya kepatuhan  diantara  yang  bermitra dalam  menjalankan etika bisnis.
Sedangkan  dalam Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia,  “kata  mitra berarti  teman,  kawan  kerja,  pasangan  kerja,  rekan”. Berdasarkan beberapa  definisi  diatas,  maka  dapat disimpulkan  bahwa  kemitraan adalah  suatu  usaha  kerjasama  yang  dilakukan  oleh  dua  orang  orang atau  lebih  dengan  memperlihatkan  prinsip  saling  membutuhkan  dan saling menguntungkan.
Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tugas dan tanggung jawab  dalam  menyiapkan  lulusannya  untuk  memasuki  dunia  kerja, SMK melakukan berbagai usaha untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang kompeten dengan membekali berbagai kompetensi selama proses diklat. Selanjutnya SMK juga bertanggung jawab untuk menyalurkan lulusannya  ke  dunia  kerja  melalui  Bursa  Kerja  Khusus  (BKK)  yang ada  di  sekolah.  BKK  merupakan  salah  satu  lembaga  pelaksana penempatan/  penyaluran  tenaga  kerja.  Di  dalam Peraturan  Menteri Tenaga Kerja RI NO. PER-02/MEN/1994 pasal 5 tentang penempatan tenaga kerja di dalam dan di luar negeri yang disebutkan bahwa BKK dapat  melaksanakan  penempatan  atau  penyaluran  tenaga  kerja  di dalam  negeri  dan  melaksanakan  penempatan  ke  luar  negeri  dengan cara bekerjasama dengan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).
Menurut  Depnaker  dan Dirjen  Binapenta  (2003:10),  BKK mempunyai  ruang  lingkup  kegiatan  BKK  yang  intinya  adalah  BKK dapat  membina  kerjasama  dengan  kantor  instansi  yang  bertanggung jawab  di  bidang  ketenagakerjaan  baik  propinsi  maupun kabupaten/kota,  PJTKI  (Penyalur  Jasa  Tenaga  Kerja  Indonesia),  dan serta  instansi  terkait  lainnya.  Dalam  rangka  mencari  informasi  maka BKK dapat  bekerjasama  dengan  LPPS  (Lembaga  Pelayanan Penempatan  Tenaga  Kerja  Swasta)  untuk  mencari  informasi  bursa kerja,  pembinaan  untuk  berusaha  mandiri  dan  informasi ketenagakerjaan lainnya.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar