Binge Eating Disorder (BED)


Binge-Eating Disorder (BED). Stunkard di tahun 1959 mengidentifikasi BED sebagai sebuah pola makan yang berbeda pada sekumpulan orang yang menderita obesitas. Fenomena ini kemudian diteliti secara sistematik dan ditambahkan ke dalam apendiks dari DSMIV (Treasure dan Murphy dalam Gibney, et al., 2005). Secara umum, BED dapat didefinisikan sebagai sebuah episode binge eating (makan secara berlebihan dan merasa hilang kendali) namun tidak diikuti oleh perilaku kompensasi selama setidaknya 2 hari per minggu paling tidak selama 6 bulan. BED kemudian dimasukan ke dalam kategori EDNOS. Namun sudah banyak dilakukan penelitian dalam pertimbangan untuk memisahkan BED dengan diagnosis tersendiri seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa (Wardlaw dan Kessel, 2002; Tiemeyer, 2008).
DSM-IV memberikan batasan kriteria diagnosis untuk dapat mengenali BED. Hal terpenting yang perlu digarisbawahi untuk membedakan BED dengan bulimia nervosa yaitu tidak adanya perilaku kompensasi. Kriteria diagnosis tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Kriteria Diagnosis untuk BED Menurut DSM-IV (Brown, 2005)
  1. Adanya episode binge eating yang berulang kali. Episode tersebut ditandai dengan dua kriteria berikut:  (1)Makan dengan periode waktu yang tetap (contoh: tiap 2 jam) dengan porsi yang jelas lebih besar daripada porsi makan kebanyakan orang dalam periode dan situasi yang sama. (2)Adanya perasaan tidak dapat mengendalikan porsi makan saat episode tersebut berlangsung (contoh: merasa tidak dapat berhenti makan, atau tidak dapat mengendalikan pada atau berapa banyak porsi yang dimakan).
  2. Adanya 3 atau lebih dari 5 gejala berikut: (1)Makan lebih cepat daripada biasanya. (2)Makan hingga merasa tidak nyaman karena kekenyangan. (3)Makan dalam porsi yang besar walaupun secara fisik merasa tidak lapar. (4)Makan sendirian karena merasa malu akibat jumlah porsi yang dimakan. (5)Merasa jijik/muak, tertekan atau bersalah terhadap diri sendiri setelah episode binge-eatingtersebut.
  3. Merasa sangat kecewa karena tidak mampu mengendalikan porsi makan anda atau ketika mengalami kenaikan berat badan.
  4. Episode binge-eating berlangsung setidaknya 2 hari seminggu dalam 6 bulan.
  5. Tidak terdapat perilaku kompensasi, seperti memuntahkan makanan, penggunaan laksatif, diuresis, latihan fisik yang berlebihan atau puasa.
  6. Episode ini tidak terjadi secara eksklusif selama riwayat anoreksia nervosa atau bulimia nervosa.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar