Bahasa Antara

Bahasa antara atau interlanguage merupakan bagian dari bahasa sehari-hari. Pada suatu periode, pembelajar bahasa kedua menghasilkan ujaran-ujaran yang tidak identik dengan ujaran-ujaran penutur asli dalam mengekspresikan makna yang sama. Tampak bahwa ujaran-ujaran yang dihasilkan merupakan usaha pembelajar memenuhi norma-norma bahasa kedua (bahasa target). Gejala ini, oleh Selinker, disebut bahasa antara (interlanguage) (dalam Sutama,1990). Interlanguage adalah model bahasa yang memiliki ciri bahasa pertama dan bahasa kedua (bahasa target).bahasa ini bersifat khas dan mempunya karrakteristik tersendiri yang bebeda dengan bahasa pertama dan bahasa kedua. Pada umumnya merupakan perrpindahan dari bahasa pertama di bahasa kedua (Nurhadi,1990)
Selinker, Swain, dan Dumas (1975) menyebutkan empat karakteristik bahasa antara. Keempatnya yaitu:
  1. Stabilitas kesalahan dari waktu ke waktu
  2. Saling memahami antarpenutur bahasa antara
  3. Pemunculan secara teratur kesalahan terfosilisasi (tetapi ingin dihilangkan)
  4. Kesistematisan bahasa antara. (Huda, dalam Sutama,1990:26)
Selinker (1972) mengatakan bahwa pembelajar, berapa pun usianya, cenderung tetap memakai butir-butir, kaidah-kaidah, atau subsistem-subsistem khusus tanpa memperhatikan keterangan-keterangan atau instruksi tentang bahasa kedua yang diterimanya. Proses psikologis ini disebut fosilisasi (Huda, dalam Sutama,1990).
Fosilisasi butir-butir, kaidah-kaidah, atau subsistem-subsistem linguistik berkaitan dengan lima proses belajar bahasa kedua. Jika fosilisasi yang terjadi bersumber pada bahasa ibu pembelajar, maka ia adalah transfer bahasa. Prosedur latihan dapat pula menimpulkan fosilisasi yang diseebut transfer latihan. Kalau fosilisasi terjadi karena pendekatan yang dapat diidentifikasi oleh pembelajar terhadap materi yang dipelajari, ia disebut strategi belajar bahasa kedua. Ada juga fosilisasi yang diakibatkan oleh pendekatan yang dapatiidentifikasi oleh pembelajar terhadap komunikasi dengan penutur asli yang disebut strategi komunikasi belajar bahasa kedua. Yang terakhir adalah fosilisasi karena overgeneralisasi kaidah-kaidah dan ciri-ciri semantik bahasa kedua ang disebut overgeneralisasi materi linguistik bahasa kedua (Selinker dalam Sutama,1990).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar