Anatomi Hati

Anatomi hati terdiri dari beberapa struktur. Hati  merupakan  organ sentral  dalam  metabolisme  di  tubuh. Berat rata–rata  1500  g  atau 2%  dari  berat  tubuh  total,  hati  menerima  1500  ml  darah  permenit, atau sekitar 28% dari curah jantung. Agar dapat melaksanakan fungsinya, hati melakukan berbagai proses metabolik terhadap konstituen-konstituen darah yang  mengalir  kepadanya  sebagai  produk  sisa  dan  sebaliknya  banyak  aktivitas hati secara langsung tercermin dalam beberapa zat yang beredar dalam darah dan juga terdapat di cairan tubuh lain (Sacher R.A, 2004).
Hati adalah organ yang terbesar yang terletak di sebelah kanan atas rongga perut di bawah diafragma. Beratnya 1.500 gr atau 2,5 % dari berat badan orang dewasa normal. Pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Hati terbagi menjadi lobus kiri dan lobus kanan yang dipisahkan oleh ligamentum falciforme. Lobus kanan hati lebih besar dari lobus kirinya dan mempunyai 3 bagian utama yaitu : lobus kanan atas, lobus caudatus, dan lobus quadratus.
Hati terdiri  dari  dua jenis  sel  utama  yaitu  sel  hepatosit  yang  aktif  secara metabolis  dan  berasal  dari  epitel  dan  sel  kupfer  yang  bersifat  fagositik  dan merupakan  bagian  dari  sistem retikuloendotel.  Secara  mikroskopis,  sel – sel  ini tersusun membentuk suatu satuan anatomik hati yang disebut lobulus yang terdiri dari  cords  hepatosit  yang  ditunjang  oleh  kerangka  retikulin  di sekitar  pembuluh vaskuler yang disebut sinusoid.
Hati keseluruhan terdiri dari ribuan lobulus, aliran darah diatur demikian sehingga tiap lobulus dimasuki dari bagian perifer kemudian menyusup ke tengah lobulus  melalui  sinusoid  dan  akhirnya berkumpul  dalam  vena  centralis, dalam sinusoid  dan  sel – sel  hati yang  membatasi sinusoid  bersentuhan  erat  sehingga pertukaran  zat  dalam  darah  sinusoid  dan  hepatosit  menjadi  maksimal (Sacher R.A, 2004).
Hati disuplai oleh dua pembuluh darah yaitu:
  1. Vena porta hepatica yang berasal dari lambung dan usus, yang kaya akan nutrient seperti asam amino, monosakarida, vitamin yang larut dalam air, dan mineral.
  2. Arteri hepatica, cabang dari arteri kuliaka yang kaya akan oksigen.
Cabang-cabang pembuluh darah vena porta hepatica dan arteri hepatica mengalirkan darahnya ke sinusoid. Hematosit menyerap nutrien, oksigen, dan zat racun dari darah sinusoid. Di dalam hematosit zat racun akan dinetralkan sedangkan nutrien akan ditimbun atau dibentuk zat baru, dimana zat tersebut akan disekresikan ke peredaran darah tubuh.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar