Ragam Hias Batik

Ada beberapa ragam hias batik. Awalnya, batik memiliki motif dan warna yang terbatas, dan beberapa motif hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Bahkan motif dan warna batik kemudian dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing yang di bawa oleh padagang dan penjajah.
Motif batik dapat diuraikan menjadi tiga unsur pokok yaitu:
  1. Ragam hias utama (klowongan) adalah bentuk hiasan yang menjadi unsur penyusun utama pola batik. 
  2. Isen-isen atau isen adalah hiasan yang mengisi bagianm hias utama (klowongan), disebut “isen pola”, misalnya cecek, sawut cecek sawut, sisik melik. 
  3. Ragam hias pengisi adalah hiasan yang ditempatkan pada latar pola sebagai penyeimbang bidang agar pola secara keseluruhan tampak serasi, misal ukel dan gringsing. terkadang isen berkemungkinan berfungsi sebagai ragam hias pengisi misalnya rembyang dan sekar pasar.(S.K.S. Susanto, 1980).
Ragam hias batik terdiri atas hiasan yang disusun sehingga membentuk suatu rancangan pola dilihat dari bentuk dan gaya suatu batik. Batik berdasarkan bentuknya dibagi menjadi dua golongan yaitu pertama golongan motif geometris, seperti motif ceplok, motif parang, motif lereng. Kedua golongan motif non-geometris, seperti motif semen, motif lung-lungan, motif buketan, motif pinggiran.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar