Pengertian Psikosis

Menurut Singgih D. Gunarsa (1998), pengertian psikosis ialah gangguan jiwa yang meliputi keseluruhan kepribadian, sehingga penderita tidak bisa menyesuaikan diri dalam norma-norma hidup yang wajar dan berlaku umum. W.F. Maramis (2005), menyatakan bahwa psikosis adalah suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality). Kelainan seperti ini dapat diketahui berdasarkan  gangguan-gangguan pada perasaan, pikiran, kemauan, motorik, dst. sedemikian berat sehingga perilaku penderita tidak sesuai lagi dengan kenyataan. Perilaku penderita psikosis tidak dapat dimengerti oleh orang normal, sehingga orang awam menyebut penderita sebagai orang gila.
Berbicara mengenai psikosis, Zakiah Daradjat (1993), menyatakan “Seorang yang diserang penyakit jiwa (psychosis), kepribadiannya terganggu, dan selanjutnya menyebabkan kurang mampu menyesuaikan diri dengan wajar, dan tidak sanggup memahami problemnya. Seringkali orang sakit jiwa tidak merasa bahwa dirinya sakit, sebaliknya ia menganggap dirinya normal saja, bahkan lebih baik, lebih unggul, dan lebih penting dari orang lain”. 
Definisi berikutnya tentang psikosis (Medline Plus, 200) rumusannya  Psychosis is a loss of contact with reality, usual ly including false ideas about what is taking place or who one is (delusions) and seeing or hearing things that aren't there (hallucinations)”. Psikosis, menurut Medline Plus adalah kelainan jiwa yang ditandai dengan hilangnya kontak dengan realitas, biasanya mencakup ide-ide yang salah tentang apa yang sebenarnya terjadi, delusi, atau melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada (halusinasi).  
Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat diperoleh gambaran tentang psikosis yang intinya sebagai berikut:
  1. Psikosis merupakan gangguan jiwa yang berat, atau tepatnya penyakit jiwa, yang terjadi pada semua aspek kepribadian. 
  2. Bahwa penderita psikosis tidak dapat lagi berhubungan dengan realitas, penderita hidup dalam dunianya sendiri. 
  3. Psikosis tidak dirasakan keberadaannya oleh penderita.  Penderita tidak menyadari bahwa dirinya sakit. 
  4. Usaha menyembuhkan psikosis tak bias dilakukan sendiri oleh penderita tetapi hanya bisa dilakukan oleh pihak lain. 
  5. Dalam bahasa sehari-hari, psikosis disebut dengan istilah gila. 
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar