Pengertian Gambaran Diri

Menurut Honigman dan Castle (dalam Melliana, 2006), pengertian gambaran diri adalah gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya, bagaimana seseorang mempersepsi dan memberikan penilaian atas apa yang dia pikirkan dan rasakan terhadap ukuran dan bentuk tubuhnya, dan atas bagaimana kira-kira penilaian orang lain terhadap dirinya. Sebenarnya, apa yang dipikirkan dan dirasakan belum tentu benar-benar mempresentasikan keadaan yang aktual, namun lebih merupakan hasil penilaian diri yang subyektif.
Konsep diri adalah evaluasi individu mengenai diri sendiri oleh individu yang bersangkutan. Aspek utama dalam konsep diri adalah citra raga yaitu suatu kesadaran individu dan penerimaan terhadap physical self. Citra raga dikembangkan selama hidup melalui pola interaksi dengan orang lain. Perkembangan citra raga tergantung pada hubungan sosial dan merupakan proses yang panjang dan sering kali tidak menyenangkan, karena citra raga yang selalu diproyeksikan tidak selalu positif. Citra raga pada umumnya berhubungan dengan remaja wanita dan pria, remaja wanita cenderung untuk memperhatikan penampilan fisik (Mappire, 1982).
Menurut Suryanie (2005), perubahan-perubahan fisik yang dialami oleh remaja putra menghasilkan suatu persepsi yang berubah-ubah dalam citra raga dan secara khas menunjukan kearah penolakan terhadap physical self. Hal-hal yang menyebabkan remaja putra tidak menerima physical selfnya misalnya : tinggi badan, kemasakkan fisik, jerawat. Remaja putra sangat peka terhadap penampilan dirinya dan merenung perihal bagaimana wajahnya, apakah orang lain menyukai wajahnya serta selalu menggambarkan dan mengembangkan seperti apa tubuhnya dan apa yang diinginkan dari tubuhnya.   Apabila remaja putra dapat mengalami dan menerima segala pengalaman yang selaras dengan struktur self, individu akan lebih mudah memahami orang lain, menerima orang lain sebagai individu dan memiliki adjustment yang sehat. Sebaliknya, bila pengalaman kehidupan yang dialami ditolak karena tidak sesuai dengan struktur selfnya akan diamati sebagai ancaman. Selanjutnya struktur selfnya akan mempertahankan diri yang menyimpang, mempertahankan gambaran diri yang palsu, dan mengakibatkan pribadi menjadi maladjustment (Kurniati, 2004).
Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian gambaran diri adalah pemikiran atau konsep tentang fisik berupa penilaian diri yang subyektif, evaluasi terhadap diri berdasarkan bagaimana penilaian orang lain terhadap dirinya, dimana berfungsi sebagai bentuk kontrol sosial. Selain itu termasuk didalamnya kesadaran individu dan bagaimana penerimaan terhadap physical self, yang kemudian akan mendatangkan perasaan senang atau tidak senang terhadap tubuhnya, sehingga mempengaruhi proses berfikir, perasaan, keinginan nilai maupun prilakunya. Gambaran diri selalu berubah- ubah karena selalu dikembangkan selama  hidup melalui pola interaksi dengan orang lain.   
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar