Pembentukan Kepercayaan Diri

Pembentukan kepercayaan diri adalah sebuah proses. Freud (dalam Hall & Lindzey, 1993) menyusun tiga sistem pokok dalam kepribadian, yang diyakini sangat mempengarubi diri individu dalam berprilaku di antaranya, yailu; Id, Ego, dan Super ego. Meskipun masing-rnasing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja. dinamisme, dan mekanismenya sendiri, namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama yang lain, seliingga sulit untuk memisahkan pengarunya dan menilai sumbangan relatif terhadap pembentukan tingkah laku manusia Tingkah laku manusia hampir selalu merupakan produk dari interaksi di antara ketiga sistem tersebut.
Caltcl (dalam Hail & Lind/ey, 1993) mengungkapkan bahwa ia melihat kepribadian sebagai suatu struktur sifat-sifat (trails) yang kompleks dan terdiferensiasi, yang motivasinya sebagaian besar tergantung pada salah satu gugus dari sifat-sifat yang ada. Kepribadian adalah sesuatu yang memungkinkan prediksi tentang apa yang akan dikerjakan seseorang dalam situasi tertentu. Id bahwa setiap sifat bisa merupakan hasil pengaruh kerja faktor-faktor lingkungan termasuk rasa percaya diri.
Keretakan antara diri dan organisme tidak hanya menimbulkan sikap defensif dan distorsi, tetapi juga mempengaruhi hubungan seseorang dengari orang lain. Orang defensif cenderung merasa bermusuhan terhadap orang lain, karena menurut pandangan mereka tingkah laku orang lain mencerminkan perasaan-perasaan mereka yang disangkal Organisme sebagai suatu sistem yang hidup, tumbuh, dan bersifat holistik merupakan gambaran nyata dari pemikiran psikologi dasar, dan setiap penyimpangan dari realitas ini akan mengancam integritas pribadi yang bersangkutan.
Gambaran diri pada organisme, lebih menitikberatkan bagaimana seorang individu melihat dirinya dan mempunyai pendapal tentang dirinya sendiri Gambaran-gambaran ini berkembang dari interaksi antara orang tua, anak beserta iingkungannva. Lewat pujian dan hukuman, anak belajar bahwa orang tua dan lingkungannya, mengharapkan supaya ia mampu menampilkan tingkah laku tertentu dan menjauhi lingkah laku yang tidak diharapkan.
Ketika diri berkembang, maka diri itu meluas dan menjangkau banvak orang dan benda. Mula-mula diri berpusat hanya pada individu, kemudian ketika lingkaran pengalaman berkcmbang maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak. Dengan kata lain ketika orang menjadi matang, orang itu akan mengembangkan perhatian-perhatian yang ada diluar dirinya.
Individu yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri yang tinggi aiau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualilas pribadinya yang negatif kepada orang lain, orang itu akan menjadi hakim yang seksama terhadap orang lain. Hal ini biasanva diterima dengan baik oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Orang yang mempunyai pemahaman diri yang baik akan lebih cerdas dari pada orang yang memiliki pemahaman diri yang rendah. Salah satu syarat untuk merealisasikan diri dalam menumbuhkan rasa percaya diri ialah jika individu memiliki pemahaman serta pengetahuan objektif tentang dirinya sendiri.
Rakhmat (1985) menegaskan bahwa orang yang kurang percaya diri takut untuk melakukan komunikasi. Orang yang kurang percaya diri cenderung menutup diri karena takut disalahkan dan diejek orang lain. Selain itu orang yang takut berkomunikasi cenderung dianggap tidak menarik oleh orang lain, kurang mampu atau merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan, dan sehingga jarang menduduki jabatan pemimpin, serta cenderung gagaI secara akademis.
Brennecke dan Amich (dalam Dewi, 2000) berpendapat bahwa orang yang mempunyai rasa percaya diri berani mencoba hal-hal baru. Hal-hal baru yang dilakukan dimaksud untuk lebih meningkatkan diri dan lingkungannya dibandingkan dengan kondisi sebelumnva.
Dari berbagai macam pcndapal ahIi yang dikemukakan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan diri merupakan gambaran diri seseorang dimana orang tersebut dapat menghargai dirinya serta mampu memahami dirinya dengan lingkungan yang ada disekitarnya (berani mencoba hal-hal baru di dalam situasi yang baru).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar