Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pembelajaran pendidikan agama Islam memberikan konribusi yang cukup besar terhadap pembentukan perilaku. Begitu pula dengan peranan guru dalam pendidikan, hal ini dapat diproyeksikan melalui fungsi guru di dalam lembaga pendidikan. Selama proses belajar mengajar berlangsung seorang guru mempunyai tugas mengajar, supaya dalam pengajarannya dapat berjalan dengan baik maka hal penting dalam pengajaran ada 4 yaitu:
  1. Merencanakan yaitu menyusun tujuan belajar yang telah ditentukan agar dapat tercapai secara optimal. 
  2. Mengorganisasikan yaitu mengatur  dan menghubungkan sumber-sumber belajar, sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar secara efektif dan efisien. 
  3. Memimpin yaitu pekerjaan guru untuk memotivasi, mendorong, dan menstimulasikan agar mereka siap mewujudkan tujuan belajar. 
  4. Mengawasi yaitu menentukan keberhasilan pendidikan dalam mengorganisasikan dan memimpin untuk mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan.
Selain itu proses pembelajaran akan berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan dan mudah dipahami oleh peserta didik apabila dalam pengajaran menggunakan metode yang sesuai. Menanamkan pengetahuan dan kecakapan dengan cara yang cepat dan tepat tidak cukup hanya memerlukan penguasaan materi pelajaran oleh seorang guru, namun lebih dari itu metode yang digunakan harus dipahami secara mendalam. Metode yang telah disediakan antara lain metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas atau resitasi dan lain sebagainya.
Guru dapat memilih metode yang paling tepat yang akan digunakan dan dalam pemilihan metode tersebut  yang harus dipertimbangkan antara lain:
  1. Kondisi anak didik meliputi tingkat kecerdasan, kematangan, perbedaan   individu lainnya. 
  2. Tujuan yang hendak dicapai. 
  3. Situasi kelas dan lingkungan. 
  4. Alat-alat atau media yang tersedia. 
  5. Kemampuan pengajar meliputi kemampuan fisik, kemampuan keahlian. 
  6. Sifat bahan pengajaran.
Menurut Ahmadi, pendidikan agama Islam adalah suatu usaha yang lebih dikhususkan untuk mengembangkan fitrah keberagamaan subjek didik agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.
Dari pengertian Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut, dapat ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran PAI yaitu:
  • PAI sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan yang dilakukan secara terencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai. 
  • Peserta diidk yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan dalam arti ada yang dibimbing, diajari dan atau dilatih dalam peningkatan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam. 
  • Kegiatan pembelajaran PAI diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam bagi peserta didik dan di samping untuk membentuk keshalehan atau kualitas pribadi juga sekaligus untuk membentuk keshalehan sosial. Dalam arti kualitas/keshalehan pribadi itu diharapkan mampu memancar keluar dalam hubungan keseharian dengan manusia lainnya (bermasyarakat) baik yang seagama ataupun yang tidak seagama dalam berbangsa dan bernegara sehingga dapat terwujud persatuan dan kesatuan nasional (ukhuwah wathoniyah) bahkan ukhuwah insaniyah (persatuan dan kesatuan antar sesama manusia).
Dari semua penjelasan tentang pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwasanya pembelajaran penddikan agama Islam (PAI) adalah suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik guna tercapainya perubahan tingkah laku dalam mempelajari dan meningkatkan pengetahuan sumber daya insani yang berhubungan dengan sang pencipta.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar