Indikator Budaya Perusahaan

Ada beberapa indikator budaya perusahaan. Edgar. H. Schein (1992), mengemukakan beberapa indikator budaya perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut:
Hakikat Realitas dan Kebenaran
Aspek ini menyangkut pandangan anggota-anggota perusahaan tentang kaidah-kaidah linguistik dan keperilakuan yang menetapkan mana yang rill dan mana yang tidak, mana yang fakta, bagaimana kebenaran akhirnya ditentukan dan apakah kebenaran diungkapkan atau ditentukan. Terdapat tiga dimensi dari aspek ini yaitu:
  1. External Physical Reality, kebenaran yang dapat diuji secara empiris atau objektif dan dapat dibuktikan secara fisik. Contohnya : dua orang berdebat tentang bagaimana sebuah gelas dipecahkan, maka mereka akan menggunakan cara dengan menggunakan palu untuk memecahkan gelas tersebut atau dengan cara membanting. 
  2. Social Reality, bagaimana sebuah kelompok mendefinisikan diri mereka sendiri dan nilai yang dianut.Contohnya: banyak kelompok yang meyakini sebuah agama dan juga banyak kelompok budaya. 
  3. Individual Reality, bagaimana sebuah kebenaran yang dianut seseorang berdasarkan pengalamannya sendiri.
Hakikat Waktu
Aspek ini berkaitan dengan pandangan anggota perusahaan tentang orientasi dasar waktu. Terdapat tiga dimensi dari aspek ini. Pertama, dasar orientasi waktu yang menyangkut masa lalu, masa kini, dan masa mendatang. Kedua, waktu bersifat linier (monokronik), atau polikronik. Ketiga, planning time and development time (perencanaan waktu dan pengembangan waktu).
  1. Dasar Orientasi Waktu, didasarkan dari tingkat perusahaan yang berorientasi pada masa lampau, yang orientasinya lebih ke masa lampau agar dapat diterapkan kembali oleh perusahaannya. Sedangkan masa sekarang, lebih berorientasi bagaimana perusahaan mengerjakan tugas-tugas yang ada pada saat ini. Dan masa depan, perusahaan lebih berorientasi untuk melakukan riset-riset (R&D). 
  2. Monokronik dan Polikronik, Monokronik adalah tipe individu dimana individu tersebut melakukan satu pekerjaan pada satu waktu. Contohnya : seorang bawahan melakukan pekerjaannya sampai dengan selesai baru melakukan pekerjaan berikutnya. Sedangkan Polikronik adalah tipe individu yang dimana individu tersebut melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Contohnya: seorang bawahan mengerjakan tugas mengetik sambil mengbrol dengan rekan kerjanya. 
  3. Planning Time and Development Time (Perencanaan Waktu dan Pengembangan Waktu), dijelaskan bahwa Planning Time (Perencanaan Waktu) adalah waktu yang ditentukan atau direncanakan untuk mencapai satu target, sedangkan Development Time (Pengembangan Waktu) adalah waktu alami dimana biasanya suatu target dicapai oleh perusahaan.
Hakikat Ruang
Aspek ini berkaitan dengan pandangan anggota perusahaan mengenai aspek ruang. Terdapat tiga dimensi dalam aspek ini, yaitu:
  1. Ruang sebagai jarak dan penempatan, yaitu jarak antara formal dan informal, dan jarak antara sahabat-teman, serta jarak antara pertemuan dan hubungan dengan orang luar
  2. Penggunaan ruang sebagai simbol, yang berkenaan dengan pandangan apakah ruang itu berfungsi sebagai status kekuasaan, atau untuk keakraban, atau berfungsi sangat pribadi. 
  3. Ruang sebagai body language, adalah ruang yang dilihat dari cara bertindak, berkomunikasi, dan memberikan persepsi dalam suatu situasi.
Hakikat Sifat Manusia
Aspek ini menyangkut pandangan segenap anggota perusahaan tentang apa yang dimaksuud dengan manusia yang kompleks, karena manusia selalu mengalami perubahan-perubahan yang didasari dari dua kondisi yaitu siklus hidup (perubahan motivasi saat seseorang bertambah dewasa) dan situasi.
Hakikat Kegiatan Manusia
Aspek ini menyangkut pandangan semua angota perusahaan tentang hal-hal benar apa yang perlu dikerjakan oleh manusia atas dasar asumsi mengenai realitas, lingkungan, dan sifat manusia di atas. Dimensi dari aspek ini yaitu sikap mental manusia terhadap lingkungan.
Hakikat Hubungan Antar Manusia
Aspek ini menyangkut pandangan manusia tentang apa yang dipandang sebagai cara yang benar bagi manusia untuk saling berhubungan. Dimensi dari aspek ini yaitu struktur hubungan manusiawi dan struktur hubungan perusahaan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar