Hakikat Strategi Pembelajaran

Hakikat strategi belajar adalah teknik, metode, urutan kejadian, media dan peralatan lainya yang digunakan dalam membelajarkan siswa. Seiring dengan definisi tersebut Cogsin (2009) mendeskripsikan strategi pembelajaran sebagai komponen umum dari seperangkat materi pembelajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk memperoleh hasil belajar tertentu.
Sedangkan yang dimaksud dengan komponen umum (general component)  adalah kondisi belajar seperti yang digambarkan oleh Gagne dalam Sembilan kejadian, yakni:
  • Menarik perhatian 
  • Menjelaskan tujuan belajar pada siswa 
  • Mengingatkan kembali kepada siswa tentang pengetahuan prasyarat 
  • Menyajikan materi rangsangan, mempersiapkan bimbingan belajar 
  • Menampilkan performa 
  • Mempersiapkan umpan balik tentang perbaikan kinerja 
  • Mengukur kinerja 
  • Memperkuat ingatan.
Lebih rinci lagi dijelaskan bahwa kegiatan umum strategi pembelajaran mencakup kegiatan awal, isi presentasi, partisipasi siswa, asesman, dan kegiatan tindak lanjut.
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan pembelajaran, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Trianto, 2010).
Agar dapat mewujudkan tujuan pembelajaran guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dan tepat dalam kegiatan pembelajaran.
Menurut Djamarah (2002), ada empat strategi dasar dalam pembelajaran yaitu: pertama, mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan; kedua, memilih system pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat; ketiga, memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran paling tepat dan efektif  sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan pembelajaran; dan keempat menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria standar kebehasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan  evaluasi hasil pembelajaran, yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem pembelajaran  yang bersangkutan secara keseluruhan.
Pembelajaran merupakan aktivitas mengaktifkan, menyentuhkan, mempertautkan, menumbuhkan, mengembangkan, dan membentuk pemahaman melalui penciptaan kegiatan, pembangkitan penghayatan, internalisasi, proses penemuan jawaban pertanyaan, dan rekontruksi pemahaman melalui refleksi yang berlangsung secara dinamis.
Ada beberapa dasar alam pembelajaran meliputi:
  1. Hal yang mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. 
  2. Memilih system pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. 
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh pengajar dalam menentukan kegiatan pembelajaran. 
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kreteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh pengajar dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan pembelajaran yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan system instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan (Bahri, 2002).
Menurut Zubaedi (2010), strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Metode diartikan sebagai cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan untuk mencapai apa yang telah ditentukan. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien. Dalam strategi terkandung makna perencanaan artinya bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya pembelajaran dapat dikelompokan ke dalam dua bagian, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning. Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan pembelajaran deduktif.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar