Fungsi Sosialisasi Keluarga

Fungsi sosialisasi keluarga sangat penting. Sosialisasi merupakan proses awal dimana kepribadian anak ditentukan lewat interaksi sosial. Agen utama dalam hubungan ini adalah keluarga, dan kontak pertama dari anak hampir hanya dengan anggota- anggota kelompok ini. Tiap-tiap masyarakat seharusnya mengajarkan si anak untuk menjadi anggota yang bertanggung jawab, dan yang paling utama adalah melalui keluarga. disini anak belajar menerima norma-norma sosial, sikap-sikap, nilai-nilai serta pola tingkah lakunya menjadi dapat diperkirakan oleh anggota masyarakat lainnya. Bahasa, pola-pola seks, kenyakinan agama, sopan santun dan peletakan berbagai elemen-elemen kebudayaan juga ditangani lewat keluarga (Talcot Parson dalam Khairuddin, 1985: 126).
Fungsi sosialisasi keluarga menurut BKKBN  ada delapan fungsi yaitu
Fungsi agama  
Sebagai sarana awal memperkenalkan nilai-nilai religius kepada anggota keluarga baru. Dalam proses sosialisasi ini, interaksi antar anggota keluarga berlangsung secara intens.
Fungsi sosial budaya 
Fungsi ini ditanamkan bertujuan untuk memberikan identitas sosial kepada keluarga itu, termasuk anggota keluarga baru. Budaya diwariskan awalnya dalam institusi ini.
Fungsi cinta kasih
Dalam keluarga idealnya terdapat “kehangatan”.
Fungsi perlindungan
Sifat dasar dari setiap individu adalah bertahan terhadap segala gangguan dan ancaman. Dalam hal ini keluarga berperan sebagai benteng terhadap seluruh anggota keluarga dari gangguan fisik maupun psikis.
Fungsi reproduksi
Keberlangsungan keluarga dilanjutkan melalui proses regenerative, dalam hal ini keluarga adalah wadah yang sah dalam melanjutkan proses regenerasi itu.
Fungsi pendidikan
Sebagai wadah sosialisasi primer, keluargalah yang mendidik dan menanmkan nilai-nilai dasar. Ketika proses itu berjalan, perlahan-lahan institusi lain  (sekolah) akan mengambil peranan sebagai wadah sosialisasi sekunder.
Fungsi ekonomi
Kesejahteraan keluarga akan tercapai dengan berfungsinya dengan baik fungsi ekonomi ini. Keluargalah yang memenuhi kebutuhan- kebutuhan sehari-hari anggota keluarganya.
Fungsi lingkungan
Fungsi ini erat kaitannya dengan hubungan dengan lingkungan sekitar. Lingkungan yang harmonis merupakan kondisi apabila dimana dalam fungsinya setiap keluarga bisa meyakinkan anggota keluarganya untuk bisa menjaga dan melihat lingkungan sekitarnyan dengan baik.
Disfungsi Sosialisasi dalam Keluarga
Sebagai sebuah sistem, keluarga dapat terpecah apabila salah satu atau lebih anggota keluarga tidak menjalankan tugas dan fungsinya dalam keluarga hingga menyebabkan terjadinya keluarga disfungsi. Hal ini tentu akan mempengaruhi keutuhan keluarga sebagai sebuah sistem.
Disfungsi diartikan sebagai tidak dapat berfungsi dengan normal sebagaimana mestinya. Keluarga disfungsi dapat diartikan sebagai sebuah sistem sosial terkecil dalam masyarakat dimana anggota-anggotanya tidak atau telah gagal manjalankan fungsi-fungsi secara normal sebagaimana mestinya. Keluarga disfungsi; hubungan yang terjalin di dalamnya tidak berjalan dengan harmonis, seperti fungsi masing- masing anggota keluarga tidak jelas atau ikatan emosi antar anggota keluarga kurang terjalin dengan baik (Siswanto, 2007).
Keluarga yang mengalami disfungsi sangat berpengaruh pada sosialisasinya dalam keluarga, disfungsi sosialisasi keluarga merupakan suatu hal yang disebabkan gagalnya keluarga dalam menjalankan fungsi sosialisasi yang seharusnya dilakukan oleh keluarga tetapi dijalankan oleh orang lain atau lembaga lain.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar