Dasar Metode Pendidikan Islam

Terdapat asas dan dasar metode pendidikan Islam. Mukhtar Yahya sebagaimana di kutip oleh Bukhari Umar  merumuskan empat asas umum metode pendidikan Islam, yaitu sebagai berikut:
Tawasu’ fi al-Maqasid la fi al-Alah
Prinsip yang mengarahkan agar mempelajari ilmu pengetahuan yang dituju, bukan ilmu yang berfungsi sebagai alat untuk mempelajari ilmu pengetahuan tersebut. Prinsip ini dilakukan karena adanya suatu asumsi bahwa ilmu pengetahuan diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu ilmu yang digunakan untuk dzatnya sendiri seperti ilmu agama dan ilmu yang berfungsi sebagai alat untuk membantu ilmu-ilmu lain seperti ilmu nahwu dan sharaf.
Mura’ah al-Isti’dad wa Tab’i 
Prinsip yang mengindahkan kecenderungan dan perwatakan atau pembawaan peserta didik. Para ahli memandang bahwa peserta didik mempunyai kecenderungan dan pembawaan sejak lahir. Impikasi dalam metode ini adalah bagaimana metode itu diterapkan dengan kecenderungan dan pembawaan anak didik.
Tadarruj fi al-Talqin
Maksudnya adalah berangsur-angsur dalam memberikan pendidikan dan pengajaran. Prinsip ini diterapkan berdasarkan asumsi bahwa penerimaan pengetahuan kemampuan  menguasai pada tahap awal. Hal ini disebabkan anak mempunyai kemampuan otak yang masih sangat minim, sehingga metode pemberian pengatahuan dan ketrampilan secara berangsur-angsur. 
Min al-Mahsus ila al-Ma’qul
Prinsip yang yang diterapkan dan pembahasan yang rasional. Proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara memberikan metode yang dimulai dari pelajaran yang dapat ditangkap oleh pancaindra kemudian diolah dengan pelatihan olah pikir, sehingga mendapat pemahaman yang rasional.
Selanjutnya dalam penerapannya, metode pendidikan Islam itu menyangkut permasalahan individual atau social peserta didik dan pendidik itu sendiri. Untuk itu, dalam menggunakan metode seorang pendidik harus memperhatikan dasar-dasar umum metode pendidikan Islam. Sebab  metode pendidikan merupakan sarana atau jalan menuju tujuan pendidikan, sehingga segala jalan yang ditempuh oleh seorang pendidik haruslah mengacu pada dasar-dasar metode pendidikan tersebut.
Dasar metode pendidikan Islam itu diantaranya adalah dasar agamis, biologis, psikologis, dan sosiologis.
  1. Dasar Agamis, maksudnya bahwa metode yang digunakan dalam pendidikan Islam haruslah berdasarkan pada Agama. Sementara Agama Islam merujuk pada Al Qur’an dan Hadits. Untuk itu, dalam pelaksanannya berbagai metode yang digunakan oleh pendidik hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan yang muncul secara efektif dan efesien yang dilandasi nilai-nilai Al Qur’an dan Hadits. 
  2. Dasar Biologis, Perkembangan biologis manusia mempunyai pengaruh dalam perkembangan intelektualnya. Semakin dinamis perkembangan biologis seseorang, maka dengan sendirinya makin meningkat pula daya intelektualnya. Untuk itu, dalam menggunakan metode pendidikan Islam seorang guru harus memperhatikan perkembangan biologis peserta didik. 
  3. Dasar Psikologis. Perkembangan dan kondisi psikologis peserta didik akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap penerimaan nilai pendidikan dan pengetahuan yang dilaksanakan, dalam kondisi yang labil pemberian ilmu pengetahuan dan internalisasi nilai akan berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh Karenanya, metode pendidikan Islam baru dapat diterapkan secara efektif bila didasarkan pada perkembangan dan kondisi psikologis peserta didiknya. Untuk itu seorang pendidik dituntut untuk mengembangkan potensi psikologis yang tumbuh pada peserta didik. Sebab dalam konsep Islam akal termasuk dalam tataran rohani. 
  4. Dasar sosiologis. Saat pembelanjaran berlangsung ada interaksi antara pesrta didik dengan peserta didik dan ada interaksi antara pendidik dengan peserta didik, atas dasar hal ini, maka penggunaan metode dalam pendidikan Islam harus memperhatikan landasan atau dasar ini. Jangan sampai terjadi ada metode yang digunakan tapi tidak sesuai dengan kondisi sosiologis peserta didik, jika hal ini terjadi bukan mustahil tujuan pendidikan akan sulit untuk dicapai.
Keempat dasar metode pendidikan diatas merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan harus diperhatikan oleh para pengguna metode pendidikan Islam agar dalam mencapai tujuan tidak mengunakan metode yang tidak tepat dan tidak cocok kondisi agamis, kondisi biologis, kondisi psikologis, dan kondisi sosiologis peserta didik.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar