Tingkat Kematangan Gonad Ikan

Tingkat Kematangan Gonad Ikan (TKG) merupakan salah satu analisa yang penting. Dalam Biologi Perikanan, pencatatan perubahan atau tahap-tahap kematangan gonad diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan yang akan melakukan reproduksi dan yang tidak. Dari pengetahuan tahap kematangan gonad ini juga akan didapatkan keterangan bilamana ikan itu akan memijah, baru memijah atau sudah selesai memijah. Mengetahui ukuran ikan untuk pertama kali gonadnya menjadi masak, ada hubungannya dengan pertumbuhan ikan itu sendiri dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Ukuran dan umur ikan menjadi tanda masak gonad, apakah ikan sudah dewasa atau belum, memijah atau belum, kapan masa pemijahannya, berapa lama saat pemijahannya, berapa kali pemijahannya dalam satu tahun, dan sebagainya. Umumnya pertambahan berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10% (Effendie, 1997).
Dalam penentuan tingkat kematangan gonad ikan ada dua cara. Pertama adalah secara morfologi yaitu penentuan yang dilakukan di lapangan atau di laboratorium berdasarkan bentuk, ukuran panjang dan berat, warna dan perkembangan isi gonad yang dapat dilihat. Perkembangan gonad ikan betina lebih banyak diperhatikan daripada ikan jantan karena perkembangan diameter telur yang terdapat dalam gonad lebih mudah dilihat daripada sperma yang terdapat dalam testis. Kedua adalah secara histologis yaitu penentuan yang dilakukan di laboratorium berdasarkan kepada penelitian mikroskopik. Dari penelitian ini akan diketahui anatomi perkembangan gonad yang lebih jelas dan mendetail (Effendie, 1997).
Menurut Effendie (1997), garis besar penentuan tahap kematangan gonad adalah sebagai berikut:
  1. Apabila ikan itu mempunyai seksual demorpisme yang jelas membedakan antara jantan dan betina, untuk kemudian diteliti lebih lanjut masing-masing tingkat kematangannya. 
  2. Apabila ikan tidak mempunyai seksual demorpisme dan tidak mempunyai sifat seksual sekunder yang jelas, maka untuk melihat jenis kelaminnya dengan jalan melihat gonad melalui pembedahan. 
  3. Baik untuk ikan jantan maupun ikan betina, ambilah gonadnya dan pisahkan menurut kelaminnya. Gonad ikan jantan dikelompokkan sendiri  demikian pula gonad ikan betina, namun data lainnya dari masing-masing gonad tersebut jangan sampai hilang atau tercampur sehingga menyusahkan analisa selanjutnya. 
  4. Gonad ikan dikelompokkan kedalam beberapa kelompok mulai dari yang terendah sampai tertinggi. Pembagian kelompok ini sebaiknya hanya beberapa saja dimana untuk membedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya yang terdekat harus jelas perbedaannya.
Menurut Effendie (1979), beberapa tanda yang dapat dijadikan pembeda dalam penentuan kelompok Tingkat Kematangan Gonad ikan, diantaranya ialah:
Untuk ikan betina:
  • Bentuk ovarium 
  • Besar kecilnya ovaium 
  • Pengisian ovarium dalam rongga perut 
  • Warna ovarium 
  • Halus tidaknya ovarium 
  • Ukuran telur dalam ovarium secara umum 
  • Kejelasan bentuk dan warna telur dengan bagian-bagian lainnya 
  • Ukuran (garis tengah) telur 
  • Warna telur
Untuk ikan jantan: 
  • Bentuk testis
  • Besar kecilnya testis 
  • Pengisian testis dalm rongga tubuh 
  • Warna testis 
  • Keluar tidaknya testis dari tubuh ikan (sebelum ikan dibedah/dalam keadaan segar).
Tingkat kematangan gonad ikan menurut Kesteven (Bagenal dan Braum, 1968):
  1. Dara. Organ seksual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung. Testis dan ovarium transparan, tidak berwarna sampai abu-abu. Telur tidak terlihat dengan mata biasa. 
  2. Dara berkembang. Testis dan ovarium jernih, abu-abu-merah. Panjangnya setengah atau lebih sedikit dari panjang rongga bawah. Telur satu persatu dapat terlihat dengan kaca pembesar. 
  3. Perkembangan I. Testis dan ovarium bentuknya bulat telur, kemerah-merahan dengan pembuluh darah kapiler. Mengisi kira-kira setengah ruang ke bagian bawah. Telur dapat terlihat oleh mata seperti serbuk putih. 
  4. Perkembangan II. Testis putih kemerah-merahan. Tidak ada pati jantan atau sperma kalau bagian perut ditekan. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. Telur jelas dapat dibedakan, bentuknya bulat telur. Ovarium mengisi kira-kira 2/3 ruang bawah. 
  5. Bunting. Organ seksual mengisi ruang bawah. Testis warnanya putih. Telur bentuknya bulat , beberapa daripadanya jernih dan masak. 
  6. Mijah. Telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan. Kebanyakan telurnya berwarna jernih dengan beberapa yang berbentuk bulat telur tinggal dalam ovarium. 
  7. Mijah/salin. Belum kosong sama sekali. Tidak ada telur yang bentuknya bulat telur. 
  8. Salin/spent. Testis dan ovarium kosong dan berwarna merah. Beberapa telur dalam kedaan sedang dihisap kembali. 
  9. Pulih salin. Testis dan ovarium jernih, abu-abu-merah.
Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikosky (Bagenal dan Braum, 1968):
  1. Tidak masak. Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi: gonad sangat kecil. 
  2. Tahap istirahat. Produk seksual belum mulai berkembang; gonad kecil ukurannya; telur belum dapat dibedakan oleh mata biasa. 
  3. Pemasakan. Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa; pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan; testis berubah dari transparan ke warna muda pias. 
  4. Masak. Produk seksual masak; gonad mencapai berat yang maksimum, tetapi produk seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan. 
  5. Reproduksi. Produk seksual keluar bila perut ditekan perlahan; berat gonad turun menjadi cepat dari awal pemijahan sampai selesai 
  6. Kondisi salin. Produk seksual telah dikeluarkan; lubang pelepasan kemerah-merahahan; gonad seperti kantung kempis, ovari biasanya berisi beberapa telur sisa, dan testis berisi sperma sisa. 
  7. Tahap istirahat. Produk seksual sudah dilepaskan, lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi, gonad bentuknya kecil, telur belum dapat dibedakan oleh mata biasa.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar