Teori-teori Birokrasi

Ada beberapa teori-teori birokrasi. Berangkat dari empat konsep struktural dari, penggagas-penggagas teori birokrasi telah banyak menciptakan teori-teori yang memberikan pencerahan dalam mencoba menjelaskan makna birokrasi itu sendiri.
Teori Hegel
Birokrasi adalah institusi yang menduduki posisi organik yang netral di dalam struktur sosial dan berfungsi sebagai penghubung antara negara yang memanifestasikan kepentingan umum, dan masyarakat sipil yang mewakili kepentingan khusus dalam masyarakat.
Hegel melihat, bahwa birokrasi merupakan jembatan yang dibuat untuk menghubungkan antara kepentingan masyarakat dan kepentingan negara yang dalam saat-saat tertentu berbeda. Oleh sebab itu peran birokrasi menjadi sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan perspektif antara negara (pemerintah) dan masyarakat sehingga tidak terjadi kekacauan. Birokrasi Hegelian menekankan birokrasi pada posisi yang netral terhadap kekuatan-kekuatan masyarakat lainnya. Hegel juga menilai bahwa birokrasi haruslah melayani kepentingan umum karena dalam kenyataannya kebijakan-kebijakan negara seringkali hanya menguntungkan sekelompok orang dalam masyarakat.
 Teori Max Weber 
Birokrasi sebagai suatu sistem organisasi formal dimunculkan pertama sekali oleh Max Weber pada tahun 1947, menurutnya birokrasi merupakan tipe ideal bagi semua organisasi formal. 
Max Weber dalam bukunya “The Theory of Social and Economic Organization” menjelaskan birokrasi dalam bentuknya yang murni selalu menampilkan karakteristik-karakteristik dari sebuah rational legal authority (otoritas legal rasional) sebagai berikut:
  1. Sebuah organisasi yang berkelanjutan fungsi resmi dengan batas-batas aturan 
  2. Spesialisasi bidang tertentu melalui kompetensi dalam pembagian kerja 
  3. Organisasi kantor yang ditetapkan dengan jelas berdasarkan prinsip hirarki 
  4. Peraturan dan kualifikasi yang memerlukan pelatihan untuk memahami dan mengelola 
  5. Sifat umum melalui kesetaraan perlakuan bagi semua klien organisasi 
  6. Pengangkatan dan promosi berdasarkan merit dan tidak bias atau mendukung 
  7. Pembayaran berdasarkan peringkat disertai dengan hak pension 
  8. Pemisahan kehidupan publik dan swasta dalam hal kepentingan dan keuangan 
  9. Sistematis disiplin ketat dan kontrol-hari kerja hari per hari 
  10. Keputusan, bertindak, dan aturan dirumuskan dan dicatat secara tertulis
Prinsip-prinsip birokrasi Weber diatas dicoba disederhanakan oleh Harmon dan Mayer sebagai berikut:
  1. Pembagian kerja, yaitu prinsip delegasi yang tetap akan wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi 
  2. Struktur berdasarkan hirarki yang digambarkan sebagai sebuah piramida kontrol seperti di militer di mana tingkat yang lebih tinggi mengawasi pejabat tingkat pejabat rendah di dalam organisasi 
  3. Administrasi berdasarkan informasi tentang karyawan, proses, catatan, laporan, data, dan lain 
  4. Ketenagakerjaan yang mensyaratkan pelatihan ahli dimana semua karyawan dipekerjakan oleh organisasi harus menunjukkan kualifikasi mereka untuk pekerjaan melalui pendidikan, pelatihan, atau pengalaman mereka 
  5. Karyawan karir pekerja waktu-penuh dengan tujuan mendorong organisasi agar dapat meningkatkan kontrol atas karyawan 
  6. Operasi organisasi didasarkan pada aturan-aturan kaku dan impersonal perilaku - ini biasanya diartikan bahwa birokrasi adalah manusiawi.
Cita-cita utama dari sistem birokrasi adalah mencapai efisiensi kerja yang seoptimal mungkin. Menurut Weber organisasi birokrasi dapat digunakan sebagai pendekatan efektif untuk mengontrol pekerjaan manusia sehingga sampai pada sasarannya, karena organisasi birokrasi punya struktur yang jelas tentang kekuasaan dan orang yang punya kekuasaan mempunyai pengaruh sehingga dapat memberi perintah untuk mendistribusikan tugas kepada orang lain. Organissasi mengoperasikan prinsip-prinsip dasar hirarki kantor dimana ada garis-garis yang jelas dari atasan dan bawahan.
Weber menjadikan birokrasi atau aparat administrasi sebagai unsur terpenting bagi perkembangan organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian fokus Weber adalah pada struktur normatif dan mekanis untuk mempertahankan struktur tadi. Hal ini merupakan unsur formal yang menjadi ciri khas dari ideal type of bureaucracy Weber.
Teori Karl Marx
Teori Karl Marx tentang birokrasi berasal dari teori mengenai historical materialisme, asal  muasal birokrasi dapat ditemukan dalam empat sumber: agama, pembentukan negara,  perdagangan, dan teknologi.  Kemudian, bentuk birokrasi paling awal terdiri dari tingkatan kasta rohaniawan/tokoh agama, pegawai pemerintah dan pekerja yang mengoperasikan aneka ritual, dan tentara yang ditugaskan untuk mentaati perintah. Di dalam transisi sejarah dari komunitas egaliter primitif ke dalam civil society terbagi kelas-kelas sosial dan wilayah,  muncul sekitar 10.000 tahun yang lalu, dimana kewenangan terpustat, dan dipaksakan oleh pegawai pemerintah yang keberadaannya terpisah dari masyarakat. Negara memformulasikan, memaksakan dan mengegakkan peraturan, dan memungut pajak, memberikan kenaikan kepada sekelompok pegawai yang bertindak untuk menyelenggarakan fungsi tersebut. Kemudian, negara melakukan mediasi bila terjadi konflik di antara masyarakat dan menjaga konflik agar masih dalam batas kewajaran; negara juga mengatur pertahanan wilayah.  Terutama, hak umum perorangan untuk membawa dan menggunakan senjata untuk mempertahankan diri sedikit demi sedikit dibatasi; memaksakan orang lain untuk berbuat sesuatu menjadi hak legal negara dan aparat pemerintah untuk melakukannya.
Dengan demikian birokrasi menurut Marx adalah organisasi yang bersifat parasitik dan eksploitatif. Birokrasi merupakan instrumen bagi kelas yang berkuasa untuk mengekploitasi kelas sosial yang lain (yang dikuasai). Birokrasi berfungsi untuk mempertahankan privilege dan status quo bagi kepentingan kelas kapitalis. Dalam pandangan Marx yang berbeda dengan Hegel, birokrasi merupakan sistem yang diciptakan oleh kalangan atas (the have) untuk memperdayai kalangan bawah (the have not) demi mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Dalam hal ini birokrasi menjadi kambing hitam bagi kesalahan penguasa terhadap rakyatnya. Segenap kesalahan penguasa akhirnya tertumpu pada birokrasi yang sebenarnya hanya menjadi alat saja.
Teori Robert Michels
Robert Michels mengatakan birokrasi adalah struktur yang mesti mengambil bentuk oligarkhi (the iron law of oligarchi, teori hukum besi oligarkhi Robert Michels).Seorang pegawai pemerintah harus menggunakan penilaian dan keterampilannya, akan tetapi tugasnya adalah menempatkan kedua hal tersebut pada kewenangan yang lebih tinggi; akhirnya ia hanya bertanggungjawab untuk menjalankan sebagian tugas yang telah diberikan dan harus mengorbankan penilaiannya apabila bertentangan dengan tugas pekerjaannya.
 Teori Ferrel Heady
Ferrel Heady menjelaskan birokrasi sebagai struktur tertentu yang memiliki karakteristik tertentu. Karakteristik struktural Birokrasi tadi meliputi hierarkhi, diferensiasi- spesialisasi dan kualifikasi-kompetensi.
Hierarkhi sebagai elemen yang menerapkan rasionalitas ke dalam tugas-tugas administrasi yang berupa penjabaran struktur jabatan yang mengakibatkan perbedaan tugas dan wewenang antar anggota organisasi. Struktur jabatan tadi menggambarkan tingkatan-tingkatan berjenjang dari superordinasi dan subordinasi dimana jenjang yang lebih tinggi mengawasi jenjang yang lebih rendah.
Diferensisasi adalah perbedaan tugas dan wewenang antar anggota organisasi birokrasi dalam mencapai tujuan. Diferensiasi dalam sosiologi adalah apa yang dimaksud dengan peran.  Spesialisasi adalah hasil dari pembagian kerja. Keduanya diperlukan untuk kerjasama untuk mencapai tujuan yang kompleks dalam organisasi.
Kompetensi maupun kualifikasi bukan berarti profesionalisme. Kompetensi berarti seseorang cocok untuk pekerjaan tersebut. Sedangkan kualifikasi adalah tingkatan dalam hal pelatihan dan pendidikan
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar