Teori Human Capital

Asumsi dasar teori human capital adalah bahwa seseorang dapat meningkatkan penghasilannya melalui peningkatan pendidikan. Setiap tambahan satu tahun sekolah berarti di satu pihak meningkatkan kemampuan kerja dan tingkat penghasilan seseorang, akan tetapi di pihak lain menunda penerimaan penghasilan selama satu tahun dalam mengikuti sekolah tersebut. Disamping penundaan menerima penghasilan tersebut, orang yang melanjutkan sekolah harus membayar secara langsung seperti uang sekolah, pembelian buku dan alat-alat sekolah, tambahan uang transport dan lain-lain.
Human Capital Management merupakan bentuk baru dari Human Resource Management dimana perbedaannya adalah pada filosofi mendasar yang melekat pada kedua bentuk tersebut. Pada Human Resource Management, manusia ditempatkan sebagai sumber daya. Sedangkan pada Human Capital Management, manusia adalah capital atau asset. Perbedaan selanjutnya dapat terlihat dari bagaimana strategi yang digunakan pada masing-masing bentuk tersebut.
Secara teoritis pembangunan mensyaratkan adanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM ini dapat berperan sebagai faktor produksi tenaga kerja yang dapatmenguasai tehnologi sehingga dapat meningkatkan produktivitas perekonomian. Unutk mencapai SDM yang berkualitas dibutuhkan pembentukan modal manusia (human capital). Pembentukan modal manusia ini merupakan suatu untuk memperoleh sejumlah manusia yang memiliki karakter kuat yang dapat digunakan sebagai modal penitng dalampembangunan. Karakter ini dapat berupa tingkat keahlian dan tingkat pendidikanmasyarakat.
Menurut Larkan (2008), Human Capital Management lahir didasari oleh fenomena bahwa pada abad 21 ini kesadaran manajemen perusahaan dalam pengelolaan SDM semakin tinggi. Perusahaan-perusahaan mulai menyadari bahwa kinerja perusahaan bukan hanya ditentukan oleh capital yang berupa finansial, mesin, teknologi, dan modal tetap, melainkan terutama dipengaruhi oleh intangible capital, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurut PPM Management (2010), kesuksesan organisasi ditentukan oleh SDM yang bertalenta tinggi. Great organizations are always built by great people. Dengan demikian, perusahaan harus mengelola manusia sebagai modal sehingga memberikan nilai tambah dan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan kompetitornya. Hal itulah yang menjadi program unggulan berbagai perusahaan Indonesia dalam rangka meraih visi, misi, dan sasaran stratejik serta meningkatkan pertumbuhan dan keberlanjutan organisasi (growth sustainability). Berangkat dari tujuan tersebut, maka upaya yang dilakukan untuk mendapatkan dan menjaga karyawan bertalenta tinggi (talented people) sebagai upaya meraih keunggulan kompetitif bagi perusahaan melalui managemen talenta menjadi salah satu sasaran strategik perusahaan.
Menurut Schultz menyatakan bahwapembangunan sektor pendidikan dengan memposisikan manusia sebagai fokus dalampembangunan telah memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi suatunegara. Hal ini dapat dicapai melalui terjadinya peningkatan keahlian/keterampilan dankemampuan produksi dari tenaga kerja
Hubungan pendidikan dengan produktivitas tenaga kerja dapat tercermin dalam tingkat penghasilan. Pendidikan yang lebih tinggi mengakibatkan produktivitas kerja yang lebih tinggi dan oleh sebab itu memungkinkan penghasilan yang lebih tinggi juga.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar