Tahapan Audit Operasional

Ada beberapa tahapan audit operasional. Berdasarkan pendapat Agoes, S. (2003) menulis, ”Tahapan dalam pelaksanaan audit operasional meliputi:
Survei Pendahuluan (Prelimiary Survey)
Survei  pendahuluan  merupakan  tahap  pengumpulan  informasi  umum  dan latar belakang dalam waktu relatif singkat mengenai semua aspek dari organisasi, kegiatan, program atau sistem yang dipertimbangkan untuk diperiksa agar dapat diperoleh pengetahuan atau gambaran yang memadai mengenai objek pemeriksaan, informasi umum dan latar belakang yang diperlukan untuk menentukan tentative audit objective.
Penelaahan dan pengujian atas sistem pengendalian Manajemen  (Review and Testing of Management Control System)
Tujuan dari penelaahan dan pengujian atas sistem pengendalian manajemen adalah:
  1. Untuk mendapatkan bukti-bukti mengenai tentantive audit obejctive dan firm audit  objective    dengan melakukan management control questionnaires, flowchart dan penjelasan narrative, serta dilakukan pengetesan atas beberapa transaksi (walk through the document). 
  2. Untuk  memastikan  bahwa  bukti-bukti  yang  diperoleh  dari  perusahaan adalah kompeten jika audit diperluas ke dalam pemeriksaan secara rinci (detail examination).
Pengujian Terinci (Detail Examinition)
Dalam tahap ini, auditor harus mengumpulkan bukti yang cukup, kompeten, material  dan  relevan  untuk  dapat  menetukkan  tindakan-tindakan  apa  saja yang dilakukan manajemen dan karyawan perusahaan yang merupakan penyimpangan- penyimpangan  terhadap kriteria dalam firm audit objective, dan bagaimana efek dari penyimpangan tersebut dan  besar kecilnya efek tersebut yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Bukti-bukti yang dikumpulkan harus diikhtisarkan, masing-masing yang berkaitan dengan criteria, causes dan effects dalam firm audit objective. Dari ikhitisar tersebut harus bisa ditentukan audit findings yang mengakibatkan terjadinya ketidakefisienan dan pemborosan yang diperlukan untuk penyusuan laporan management audit.
Pelaporan ( Reporting)
Tahap pelaporan merupakan tahap penyusunan hasil pemeriksaan, termasuk rekomendasinya.  Temuan  audit  harus  dilengkapi  dengan  kesimpulan  dan saran dan harus direview oleh audit manager sebelum didiskusikan dengan auditee. Komentar dari auditee mengenai apa yang disajikan dalam konsep laporan harus diperoleh (sebaiknya secara tertulis). Auditee bisa saja berbeda pendapat mengenai temuan dan perbedaan pendapat tersebut harus dicantumkan dalam laporan audit.
Tindak Lanjut (Follow Up)
Tujuan dari tahap ini adalah memastikan bahwa rekomendasi yang dimasukkan dalam laporan pemeriksaan telah dilaksanakan. Apabila manajemen tidak melakukan tindakan korektif yang dimaksudkan, maka carilah penjelasan untuk itu. Penelaahan lebih lanjut dapat dilakukan dalam waktu  enam  bulan  setelah  penerbitan  laporan  pemeriksaan  untuk memberikan kesempatan bagi auditor untuk memperoleh umpan balik atas efektifitas dan kesulitan dalam mengimplementasikan rekomendasi auditor.”
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar