Sistem Peredaran Darah Ikan

Sistem peredaran darah ikan melibatkan beberapa organ. Sistem Circulatoria (peredaran darah) terdiri dari jantung (yang merupakan pusat pemompaan darah) dan pembuluh darah. Pembuluh darah ini adalah vena (yang membawa darah menuju ke jantung), arteri (yang membawa darah dari jantung) dan kapiler (yang menghubungkan arteri dengan vena). Darah merupakan suatu cairan yang dinamakan plasma, tempat beberapa bahan terlarut dan tempat erythrocyte, leucocyte dan beberapa bahan tersuspensi. Sistem peredaran darah ikan disebut sistem peredaran darah tunggal (Rahadjo, 1980).
Darah pada ikan berfungsi sebagai alat transport sisa oksidasi, menjaga tubuh mengedarkan darah, mengedarkan hormon dari kelenjar buntu,dan menghindarkan tubuh dari infeksi. Sistem  peredaran  darah  pada  ikan  bersifat tunggal,  artinya  hanya  terdapat  satu  jalur sirkulasi peredaran darah.  Berawal  dari jantung, darah  menuju  insang  untuk  melakukan pertukaran gas.  Selanjutnya, darah dialirkan ke dorsal aorta dan terbagi ke segenap organ-organ tubuh melalui saluran-salura kecil.  Selain itu, sebagian  darah  dari  insang  kadang  langsung kembali ke jantung.
Darah  memberi  bahan  materi  dengan perantaraan difusi melalui dinding yang tipis dari kapiler darah, dan kembali ke jantung melalui pembulu yang ke dua. Seri pertama dinamakan sistem arteri dan seri ke dua disebut sistem vena.  
Komponen darah pada ikan yaitu:
Plasma darah
Plasma darah, yaitu cairan darah yang mengandung butiran darah merah, mineral dari sisa makanan, sisa dari bagian tubuh yang tidak terpakai, enzim, gas dan hormon.
Sel Darah
Sel-sel darah ikan terdiri dari:
Erytrocite 
  • Bentuk oval dengan inti berdiameter 7-36 mikron 
  • Mengandung Hb yang mengikat karbohidrat dan O2
Leucocyte 
  • Bentuk ameboid, berinti sel cekung
Menurut Rahardjo (1985), peredaran darah pada ikan dilakukan oleh organ:
  1. Jantung      
  2. Pembuluh Darah 
  3. Pembuluh Limfa
Jantung ikan terletak pada ruang pericardial di sebelah posterior dan terdiri dari dua ruang, yaitu atrium dan ventricle. Pada jantung terdapat ruang tambahan yang disebut sinus venosus yang berdinding tipis. Pada elasmobranchii, conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil,  sedangkan bulbus arteriosus yang berdinding tebal menjadi bagian dari perluasan sebagian aorta ventral (Rahadjo, 1980).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar