Pola Konsumsi Makanan

Pola konsumsi makanan sangat mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang. Pola makanan yang seimbang adalah pangan yang dikonsumsi harus memenuhi kualitas maupun kuantitas dan terdiri dari sumber karbonhidrat, sumber protein hewani dan nabati, lemak serta vitamin dan mineral. Pola makan yang sehat dan seimbang dapat menunjang kesehatan seseorang secara optimal sehingga dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Gaya hidup modern yang tidak sehat , dan diikuti dengan tidak teraturnya pola makan, mengakibatkan tingkat kesehatan manusia semakin melemah. Menjamurnya masakan siap saji hingga penambahan bahan pengawet, pewarna dan perasa buatan pada makanan, juga kerap menjadi pemicu berkembangnya penyakit degeneratif, seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, stroke, kanker, diabetes melitus dan penyakit lainnya (Sedyaningsih, 2011). 
Pola makanan seimbang didapat dari nutrisi dengan 7 komponen; protein, karbonhidrat, lemak, vitamin, mineral, air dan serat, 10% daging untuk mendapatkan lemak. Ragam pangan yang dikonsumsi harus dapat memenuhi tiga fungsi makanan yaitu zat tenaga (karbonhidrat), zat pembangun (protein), dan zat pengatur (vitamin dan mineral). Untuk dapat mencukupinya, pangan yang dikonsumsi sehari-hari harus beranekaragam  karena konsumsi pangan yang beranekaragam dapat melengkapi kekurangan zat gizi pada pangan lain sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang (Almatsier, 2004).
Suatu cara yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang untuk memilih makanan dan mengonsumsinya sebagai reaksi terhadap penagruh-pengaruh fisiologis, psikologis, budaya dan sosial (Suryani, 2011). 
Makanan yang dimakan sehari-hari dinilai sehat untuk mencukupi kebutuhan tubuh, apabila makanan tersebut terdiri dari bahan makanan yang mempunyai tiga kegunaan yang sering disebut Tri Guna Makanan, yaitu (Suhardjo, 2002):
  1. Mengandung Zat Tenaga Bahan makanan sumber zat tenaga adalah beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti, mie, yang mengandung karbonhidrat serta mengandung lemak.  
  2. Mengandung Zat Pembangun Bahan makanan sumber zat pembangun yang berasal dari hewan mengandung protein hewani adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahannya. Sedangkan jenis bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan mengandung protein nabati adalah kacang tanah, kacang merah, kacang hijau dam kacang kedelai.  
  3. Mengandung Zat Pengatur Berguna untuk mengatur semua fungsi tubuh dan melindungi tubuh dari penyakit.
Setiap makanan mengandung unsur yang berbeda-beda. Ada yang merupakan bahan makanan sumber karbonhidrat, protei, atau lemak, ada pula yang mengandung tinggi serat. Ada kelompok makanan yang mengandung tinggi vitamin c, atau viatmin yang lain. Tidak ada satu jenis makanan pun yang dapat menyediakan semua zat gizi yang diperlukan tubuh. Mengonsumsi berbagai jenis bahan makanan sekaligus dapat memaksimalkan manfaat dari suatu makanan (Nadya, 2009).
Sebagian besar rumah tangga di Indonesia lebih banyak belanja sayur dibandingkan buah-buahan. Proporsi konsumsi bulanan untuk sayuran dan buah  terhadap total konsumsi makanan, maka proporsi konsumsi sayur 6,6% dan buah 3% terhadap total konsumsi makanan bulanan. Propinsi bengkulu adalah propinsi dimana rumah tangganya mengeluarkan 10,7 % konsumsi makanan untuk sayur dan ini merupakan tertinggi dibandingkan propinsi lainnya di indonesia. Sedangkan rumah tangga di Propinsi Kepulauan Riau, membelanjakan 4,9% uang untuk belanja buah – buahan, dan ini tertinggi di Indonesia (Anne, 2005).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar