Perputaran Modal Kerja

Perputaran modal kerja dimulai pada saat arus keluar dana diinvestasikan kedalam unsur-unsur modal kerja sampai masuk kembali lagi menjadi kas berikutnya. Telah dikemukakan diatas bahwa perputaran modal kerja bagi perusahaan dagang atau jasa relative lebih cepat atau tinggi dari pada perusahaan industri.
Periode perputaran modal kerja adalah lamanya rata-rata dana terikat dalam modal kerja selama satu proses produksi. Periode terikatnya modal kerja tergantung tingkat perputaran modal kerja. Hal ini perlu diketahui oleh pimpinan atau pengusaha sebab jangka waktu terikatnya dana atau periode perputaran modal kerja merupakan salah satu faktor untuk menentukan besarnya kebutuhan modal kerja perusahaan. Semakin pendek waktu perputaran modal kerja semakin kecil kebutuhan modal kerja, dan sebaliknya semakin panjang waktu perputaran modal kerja semakin besar pula kebutuhan modal kerja. Sekali lagi, bahwa jangka waktu terikatnya dana sangat tergantung pada periode normal operasi perusahaan dari masing-masing unsure modal kerja tersebut.
Secara lebih terperinci panjangnya periode terikatnya setiap unit modal kerja adalah tergantung pada:
  1. Jangka waktu lamanya kredit pembeli yang harus diberikan kepada supplier bahan mentah. 
  2. Jangka waktu lamanya bahan mentah disimpan digudang. 
  3. Jangka waktu lama berlangsungnya setiap proses produksi. 
  4. Jangka waktu lamanya barang jadi disimpan digudang. 
  5. Cara penjualan hasil produksinya, dengan tunai atau dengan kredit. 
  6. Jangka waktu lamanya kredit penjual yang harus diberikan kepada langganan.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar