Pengertian Zeolit

Pengertian Zeolit berasal dari kata “Zein“ (bahasa Yunani) yang berarti membuih dan “Lithos“ berarti Batu. Nama ini sesuai dengan sifat zeolit yang akan membuih bila dipanaskan pada   suhu 100oC. Zeolit merupakan mineral yang terdiri dari kristal aluminosilikat terhidrasi, mengandung kation alkali atau alkali tanah.
Ion ion zeolit dapat diganti oleh kation lain tanpa merusak struktur zeolit dan dapat menyerap secara reversibel. Jadi zeolit terdiri dari 3 komponen yaitu kation yang dipertukarkan, kerangka aluminosilikat, dan fase air. Ikatan ion Al-Si-O membentuk struktur kristal, sedangkan logam alkali merupakan sumber kation yang mudah dipertukarkan, bahwa  penukar ion yang paling banyak digunakan adalah  zeolit.
Menurut jenisnya zeolit digolongkan menjadi 2 kelompok yaitu:
Zeolit alam 
Terbentuk karena proses perubahan alam ( zeolitisasi ) dari batuan vulkanik tuf. Zeolit alam dibagi dalam 2 kelompok yaitu:
  1. Zeolit yang terdapat di antara celah-celah batuan atau di antara lapisan batuan, zeolit jenis ini terdiri dari beberapa jenis zeolit dan bersama-sama dengan mineral lain seperti kalsit, kwarsa, klorit, fluorit. 
  2. Zeolit yang berupa batuan di antaranya klinoptilotit, analsine, loumontit, modernit, filipsit, erionit, dan kabalsit.
Zeolit sintesis 
Zeolit Sintesis adalah zeolit hasil rekayasa manusia yang diproses secara kimia, dengan sifat-sifat khusus sesuai dengan keperluan tertentu.  
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar