Pengertian Air Baku

Pengertian air baku adalah adalah air bersih yang dipakai untuk keperluan air minum, rumah tangga dan industri. Air siap dikonsumsi (portable water) adalah air yang aman dan sehat karena air  rentan terhadap penyebaran penyakit yang  disebarkan melalui air (water borne desease). Adapun sumber air baku adalah air permukaan, mata air dan ait tanah. Sedangkan macam – macam air baku  di alam adalah:  air sungai, air danau/waduk,rawa, air tanah dan mata  air serta air laut.
 Air yang tercemar baik secara fisik, kimiawi maupun mikrobiologik, apabila diminum atau digunakan untuk masak, mandi dan mencuci, dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Penyakit  atau gangguan kesehatan yang dapat timbul karena air yang tercemar dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular.
Adapun air minum ialah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Sedangkan air bersih adalah air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.
Air dapat dikatakan sebagai air bersih apabila memenuhi  4 syarat  yaitu syarat fisik,  kimia, biologis, radioaktif  sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 907/Menkes/SK/VII/2002.
  1. Syarat fisik, ditentukan oleh faktor-faktor kekeruhan (turbidity), warna, bau, dan rasa serta jernih.    
  2. Syarat Kimia, meliputi tidak terdapat bahan kimia tertentu seperti Arsen (As),  besi  (Fe), Fluorida (F), Chlorida (C), kadar merkuri (Hg), dan lain – lain. 
  3. Syarat Biologis Syarat biologis air ditentukan oleh kehadiran mikroorganisme patogen maupun non pathogen seperti bakteri, virus, protozoa. Mikroorganisme coli  digunakan sebagai indikator untuk mengetahui air telah terkontaminasi oleh bahan buangan organic.    
  4. Syarat Radioaktif Bahan buangan yang memberikan emisi sinar radioaktif sangat membahayakan bagi kesehatan, dapat menimpa manusia melalui makanan atau minuman  yang telah tercemar.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar