Pembiayaan Modal Kerja

Terdapat beberapa sumber pembiayaan modal kerja. Didalam pengelolaan modal kerja keputusan yang terlibat menyangkut keputusan-keputusan investasi dalam aktiva lancar dan hutang lancar. Sehubungan dengan itu pembiayaan aktiva lancar merupakan salah satu keputusan penting dalam manajemen modal kerja. Kebutuhan akan modal kerja sebaiknya ditentukan dengan penggunaan modal yang semurah-murahnya. Kalau bisa dengan modal sendiri, tetapi agar perputaran aktivitas perusahaan dapat ditingkatkan sering kali perusahaan harus mencari dana dari luar guna menutupi kebutuhan modal kerjanya. Untuk setiap jumlah aktiva lancar tertentu, perusahaan harus menentukan bagaimana pembiayaannya, juga menyangkut penentuan penggunaan jumlah hutang lancar atau hutang jangka panjang. Pemilihan alternatif pembiayaan ini harus memperhatikan pula jangka waktu atau maturitas dari aktiva lancar.
Telah diuraikan diatas bahwa berdasarkan maturitasnya, aktiva lancar mempunyai komponen permanen dan komponen variabel. Dengan kata lain perusahaan dapat menggunakan hutang jangka pendek atau hutang jangka panjang untuk membiayai aktiva lancarnya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan adalah membiayai aktiva lancar variabel dengan hutang jangka pendek. Jika perusahaan membiayai aktiva lancar variabel dengan hutang jangka panjang, maka perusahaan akan kelebihan hutang pada saat pembiayaan variabel sudah tidak dibutuhkan lagi.
Akibat dari kelebihan hutang ini, perusahaan akan membayar bunga untuk pembiayaan yang tidak diperlukan atau alternatifnya membayar kembali hutang tersebut dengan biaya yang relatif besar.
Sedangkan untuk aktiva lancar permanen, perusahaan dapat membiayai dengan hutang jangka panjang. Jika dibiayai dengan hutang jangka pendek, maka perusahaan harus memperpanjang hutang berkali-kali dengan biaya yang besar. Dengan demikian pembiayaan aktiva lancar permanen jika dibayar dengan hutang jangka pendek akan kurang menguntungkan.
Demikian pula jika kebutuhan pembiayaan permanen dibiayai dengan hutang jangka pendek, biasanya juga akan besar. Pada saat hutang jangka pendek diperbaharui dan tingkat bunga meningkat, perusahaan harus memperbaharui dengan biaya bunga yang lebih tinggi.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam mempertimbangkan pembiayaan untuk modal kerja, apakah dengan menggunakan pinjaman jangka panjang atau jangka pendek, harus dipertimbangkan dua faktor, yaitu fleksibilitas dan biayanya.
Jika kebutuhan dana adalah musiman, perusahaan tidak akan mempergunakan pinjaman jangka panjang, walaupun pinjaman tersebut dapat dikembalikan, terutama jika dibutuhkan dana dalam waktu dekat akan lebih bijaksana jika perusahaan memilih pinjaman jangka pendek untuk modal kerja fleksibel.
Aspek biaya modal dalam hal ini terutama bunga, akan mempengaruhi keputusan pemilihan penggunaan modal pinjaman yang akan digunakan untuk mendanai modal kerja. Terutama untuk perusahaan-perusahaan yang mempunyai kebutuhan modal usaha yang berubah-ubah, datang secara teratur, berangsur bertambah besar atau kecil, hal ini dikenal apa yang disebut dengan “optimum modal”.
Optimum modal merupakan jumlah kebutuhan modal sementara, yang apabila menggunakan hutang jangka pendek akan lebih mahal dari pada bila menggunakan hutang jangka panjang, dimana pada waktu tidak digunakan hutang jangka panjang, dimana pada waktu tidak digunakan hutang jangka panjang tadi dipinjamkan lagi kepada yang lain.
Secara umum dapat dikatakan bahwa sumber-sumber pembiayaan modal kerja terdiri dari:
Permanent Financing
Sumber yang bersifat permanen, sumber ini digunakan untuk keperluan mempertahankan sirkulasi modal sehingga tidak terjadi suatu kemacetan. Untuk itu sumber yang paling utama adalah dengan modal sendiri, atau jika terdapat kekurangan dapat ditambah dengan pinjaman jangka panjang. Dengan kata lain permanent financing digunakan untuk memodali permanent working capital.
Current Financing
Sumber yang bersifat current (lancar) untuk memodali modal kerja variabel yang sumbernya dapat dibagi menjadi:
Internal Sources
Modal kerja yang bersumber dari modal kerja sendiri, yang dihasilkan atau dibentuk dari dalam perusahaan.
Sumber-sumber tersebut terdiri dari:
  1. Laba ditahan. Besarnya laba yang dimaksudkan dalam cadangan atau ditahan, selain tergantung kepada besarnya laba yang diperoleh selama periode tertentu, juga tergantung kepada devidend policy dan plowing back policy yang dijalankan oleh perusahaan yang bersangkutan. Meskipun laba yang diperoleh selama periode tertentu besar, akan tetapi karena perusahaan mengambil kebijaksanaan bahwa sebagian besar dari laba tersebut dibagikan sebagai devidend. Maka bagian laba yang dijadikan cadangan adalah kecil, yang berarti bahwa sumber intern yang berasal dari cadangan adalah kecil jumlahnya. 
  2. Depresiasi. Besarnya akumulasi depresiasi setiap tahunnya adalah tergantung pada metode depresiasi yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Sementara sebelum akumulasi depresiasi tersebut digunakan untuk mengganti aktiva tetap yang akan diganti, dapat digunakan untuk membelanjai perusahaan. Meskipun waktunya terbatas sampai pada saat penggantian tersebut. Selama waktu itu akumulasi depresiasi merupakan sumber penawaran modal di dalam perusahaan itu sendiri. Semakin besar jumlah akumulasi, maka semakin besar pula sumber intern dari dana yang dihasilkan di dalam perusahaan yang bersangkutan.
External Sources
Sumber yang berasal dari luar perusahaan seperti dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik, peserta atau pengambil bagian di dalam perusahaan.
Modal yang berasal dari para kreditur adalah merupakan hutang bagi perusaan dan modal yang berasal dari para kreditur tersebut adalah apa yang disebut dengan”modal asing”, misalnya kredit bank, pinjaman dari pihak lainnya atau kredit dagangan.
Sedangkan dana yang berasal dari pemilik, peserta atau pengambil bagian bagian di dalam perusahaan adalah merupakan dana yang ditanamkan dalam perusahaan dan dana ini dalam perusahaan tersebut akan menjadi “modal sendiri”. Dengan demikian maka pada dasarnya dana yang berasal dari sumber external adalah terdiri dari “modal asing dan modal sendiri”.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar