Logam Merkuri

Logam merkuri adalah unsur renik pada kerak bumi, dalam susunan berkala periodik memiliki Nomor Atom 80, golongan IIb berperiode VI, bernama Hydrargyricum (Hg). Merkuri dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama air raksa,  merupakan logam dengan Berat Atom 200.61 dengan BD-nya 13.6. titik didih 35.7oC dan titik bekunya – 38. 85oC. Karena merkuri titik didihnya rendah, maka pada suhu biasa (suhu kamar) sudah dapat mencair serta mudah menguap  dan uapnya sangat beracun terhadap tubuh.
Kebanyakan merkuri di alam merupakan gabungan antar elemen alam dan elemen yang bersumber kepada kegiatan manusia, jarang dalam bentuk terpisah. Di alam merkuri tersebar di karang-karang, tanah, udara, air dan organisma hidup melalui proses fisik, kimia, biologi yang kompleks. Penggunaan merkuri sangat luas dalam berbagai bidang baik industri, pertanian, pendidikan, dan sebagainya.
Logam Merkuri  mempunyai sifat:
  1. Merupakan satu satunya logam yang berbentuk cair pada suhu kamar, dan mempunyai titik beku terendah dari semua logam. 
  2. Mempunyai vatalitas tinggi. 
  3. Memiliki tahanan listrik terendah dari semua logam sehingga merupakan konduktor terbaik. 
  4. Banyak logam dapat larut dalam merkuri membentuk komponen yang disebut amalgam (alloy). 
  5. Semua komponennya mempunyai sifat racun terhadap semua mahluk hidup. 
Merkuri digunakan dalam berbagai keperluan seperti industri khlor, alat-alat listrik, cat, instrument, sebagai katalis, kedokteran gigi, pertanian, alat-alat laboratorium, obat-obatan, industri kertas, amalgam  dan sebagainya. Penggunaan yang terbesar adalah dalam industri khlor alkali dimana di produksi khlorin (Cl) dan soda kaustik dengan cara elektrolisis larutan garam NaCl. Kedua bahan kimia tersebut sangat banyak kegunaannya sehingga di produksi dalam jumlah yang tinggi setiap tahun. Dalam proses tersebut merkuri  berperan sebagai katoda dari sel elektrolisis.
Kegunaan lain adalah untuk memproduksi alat-alat listrik seperti lampu uap merkuri, untuk penerangan jalan dan pabrik sebab biaya instalasi dan operasinya lebih rendah dibandingkan lampu pijar serta dapat dioperasikan pada voltase tinggi. Merkuri juga digunakan untuk baterai karena  mempunyai umur lebih panjang daripada baterai lainnya dan berfungsi sebagai fungisida untuk membunuh jamur dalam cat, pulp, kertas dan industri-industri pertanian. Penambahan komponen merkuri ke dalam cat digunakan di daerah lembab sebagai pengawet lateks dan untuk mencegah lapuk. Pada cat kapal sebagai anti jamur dan anti lapuk. Industri pulp dan kertas menggunakan Fenil Merkuri Asetat (FMA) untuk mencegah lendir pada proses pengolahan dan penyimpanan. Dalam bidang pertanian untuk mencegah tumbuhnya kapang. Umumnya merkuri digunakan sebagai katalis pada industri-industri kimia, terutama industri vinil khloride yang merupakan bahan dasar plastik. 
Pencemaran Merkuri (Hg) di air dan lingkungan
Pencemaran lingkungan dilakukan oleh industri-industri dan kegiatan lain,  melalui air buangan atau melalui sistem ventilasi  udara. Merkuri yang terbuang ini kemudian mengkontaminasi sungai, pantai atau badan air yang terdapat di sekitarnya, air ini kemudian mengkontaminasi ganggang dan ikan-ikan kecil. Ikan-ikan kecil dimakan oleh ikan atau hewan air yang lebih besar atau masuk melalui insang, demikian pula dengan kerang mengumpulkan merkuri di dalam tubuhnya. Kadar merkuri yang mengkontaminasi langsung pada tubuh ikan yaitu antara 0.0005 – 0.075 ppm. Ikan-ikan dan kerang ini kemudian dikonsumsi oleh manusia sehingga sedikit demi sedikit merkuri terkumpul dan berakumulasi dalam tubuh manusia
 Di bidang pertanian penggunaan merkuri menyebabkan buah-buahan dan sayuran tercemar merkuri yang akhirnya masuk ke dalam tubuh manusia.
Adapun  merkuri dapat masuk ke lingkungan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung merkuri dilepaskan sebagai effluent pembuangan dari proses pabrik yang menggunakan bahan fosil seperti batubara (mengandung 0,5 ppm merkuri). Sedangkan cara tidak langsung yaitu pembakaran kertas yang mengandung merkuri.
Pengaruh Merkuri terhadap manusia
Merkuri termasuk dalam kelompok logam berat. Karena mempunyai berat atom lebih dari 50, bila terserap tubuh manusia, logam berat akan bertindak sebagai racun.
Menteri Negara KLH mengungkapkan bahwa berdasarkan tingkat ketoksikannya logam berat dapat digolongkan kedalam 3 kelompok  yaitu:
  1. Kelompok toksik tinggi yaitu  Hg, Cd, Pb, Cu, dan Zn. 
  2. Kelompok toksik menengah yaitu Cr, Ni, dan Co. 
  3. Kelompok toksik rendah yaitu Mn dan Fe.
Merkuri maupun ikatannya sangat beracun terhadap tubuh. Masuknya ke dalam tubuh biasanya berupa uap air raksa atau uap persenyawaannya, yaitu melalui pernapasan, absorbsi kulit dengan jalan kontak atau bersentuhan dan melalui saluran pencernaan (mulut).
Masuknya merkuri ke dalam tubuh manusia terutama melalui makanan dan minuman. Keberadaan merkuri di dalam tubuh tidak terlepas dari 3 senyawa merkuri yaitu: senyawa merkuri anorganik termasuk logam merkuri, senyawa  alkil  merkuri yang  mempunyai   struktur   hidrokarbon  rantai lurus, senyawa aril merkuri dengan struktur yang mengandung cincin   hidrokarbon aromatik.
Faktor – faktor yang mempengaruhi efektivitas penurunan kadar merkuri adalah suhu karena mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dengan persamaan  reaksi  sebagai  berikut 4 Hg + O2 --- >>> 2Hg2O, besar butiran (diameter) yang efektif yaitu 80 mesh atau 0,2 mm, lama kontak yang  efektif adalah 1 jam, potensial hidrogen ( pH ) dengan persamaan reaksi : 2Hg + H2 2HgH akan menentukan korositas bila lebih kecil / besar, kekeruhan  yang dapat mempengaruhi proses pertukaran ion zeolit dengan reaksi pemanasan sebagai berikut:
HgS + O2 --- >>> Hg + SO2
Pemecahan masalah Merkuri
Merkuri memiliki sifat-sifat : volatil yang  dapat mencemari udara, dalam bentuk cair, mudah     menyebar  dan sulit dikumpulkan, bisa mengalami translokasi di dalam tanaman dan hewan. Alternatif pengolahan air antara lain dengan zeolit, pasir, kerikil, kapur, resin, pemanasan, dan pertukaran ion. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran merkuri di lingkungan yaitu : Pestisida alkil merkuri, pestisida, industri mengurangi jumlah merkuri sampai batas normal.  Rekomendasi tersebut masih belum dapat memecahkan pencemaran merkuri di lingkungan. Pencemaran tetap terjadi di  sungai dan danau dan menghasilkan CH3Hg+ yang dilepaskan ke badan air.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar