Kandungan Kimia Daun Sirih

Kandungan kimia daun sirih yang paling utama yang memberikan ciri khas daun sirih adalah minyak atsiri. Daun sirih dapat digunakan sebagai antibakteri karena mengandung 4,2% minyak atsiri yang sebagian besar terdiri dari betephenol yang merupakan isomer Euganol allypyrocatechine, Cineol methil euganol, Caryophyllen (siskuiterpen), kavikol, kavibekol, estragol dan terpinen.
Dalam daun sirih merah mengandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Sebuah buku A review of natural product and plants as potensial antidiabetic menyatakan bahwa senyawa alko-koloid dan flavonoid mempunyai aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.
Selain itu tumbuhan sirih juga mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa saponin dapat bekerja sebagai antimikroba. Senyawa saponin akan merusak membran sitoplasma dan membunuh sel. Senyawa flavonoid diduga mekanisme kerjanya mendenaturasi protein sel bakteri dan merusak membran sel tanpa dapat diperbaiki lagi.
Mekanisme fenol sebagai agen anti bakteri adalah meracuni protoplasma, merusak dan menembus dinding serta mengendapkan protein sel bakteri. Senyawa fenolik bermolekul besar mampu menginaktifkan enzim essensial di dalam sel bakteri meskipun dalam konsentrasi yang sangat rendah. Fenol dapat menyebabkan kerusakan pada sel bakteri, denaturasi protein, menginaktifkan enzim dan menyebabkan kebocoran sel.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar