Jenis Audit Operasional

Ada beberapa jenis audit operasional. Menurut Arens, A. A  dan Loebbecke, J .K  yang diterjemahkan oleh Jusuf A. A. (2001) menyatakan, ”Audit operasional terbagi dalam 3 (tiga) jenis yaitu sebagai berikut:
 Audit Fungsional (Functional Audit)
Merupakan  audit  operasional  atas  suatu  fungsi  dalam  organisasi,  seperti fungsi pembelian atau fungsi produksi. Keunggulan audit fungsional adalah memungkinkan adanya   spesialisasi oleh auditor. Auditor intern dapat mengembangkan banyak keahlian dalam suatu bidang dan dapat lebih efisien memakai seluruh waktunya untuk memeriksa dalam bidang tersebut. Kekeurangan audit fungsional adalah tidak dievaluasinya fungsi yang saling berkaitan dengan fungsi yang diaudit tersebut.
Audit Organisasi (Organization Audit)
Dalam audit organisasi auditor berkepentingan dengan pengelolaan suatu unit organisasi. Pengujian dilakukan terhadap penilaian kerangka organisasi, peraturan staf, metode pelaporan, dan anggaranya, sehingga fokusnya adalah apa yang berlaku dan terjadi dalam suatu unit organisasi tertentu. Audit organisasi merupakan audit operasional atas suatu organisasi menyangkut keseluruhan  unit  organisasi  seperti  departemen,  cabang  atau  anak perusahaan. Penekanan dalam suatu audit organisasional adalah seberapa efisien dan efektif fungsi-fungsi saling berinteraksi.
Penugasan khusus (Special Assiqnment)
Penugasan audit operasional khusus timbul  atas permintaan manajemen. Misalnya,  rekomendasi  untuk  mengurangi  biaya  produksi  suatu  barang. Penugasan khusus terjadi sesuai dengan permintaan dari  pihak manajemen suatu organsiasi.”.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar