Irama Sirkadian

Irama sirkadian adalah jam alami dalam tubuh manusia. Dalam 24 jam tubuh akan mengalami fluktuasi berupa temperatur, kemampuan untuk bangun, aktivitas lambung, denyut jantung, tekanan darah dan kadar hormon, dikenal sebagai irama sirkadian (Folkard dan Monk dalam Hery Firdaus, 2005).
Circardian rhythm berasal dari bahasa Latin. Circa yang berarti kira-kira dan Dies  berarti hari ( circardies = kira-kira satu hari). Circardian rhythm adalah irama dan pengenalan waktu yang sesuai dengan perputaran bumi dalam siklus 24 jam. Hampir seluruh makhluk hidup di dunia ini mempunyai irama yang secara teratur mengalami perubahan fungsi tubuh dan fisiologik dalam siklus 24 jam, tetapi adapulabe berapa perubahan yang sesuai dengan bulan atau tahun.
Sebenarnya siklus sirkadian manusia berkisar antara 22-25 jam (Mahyastuti, 1993). Menurut Folkard dan Monk serta Mc. Cormick dan Ilgen yang dikutip oleh Hery Firdaus (2005) menyatakan bahwa circardian rhythm setiap individu berbeda dalam penyesuaian kerja malam, namun antara shift pagi dan siang terlihat sedikit perbedaan. Pola aktivitas tubuh akan terganggu apabila bekerja malam dan maksimum terjadi selama shift malam.
Menurut Kuswadji (1997) masing-masing orang mempunyai jam biologis sendiri-sendiri, kehidupan mereka diatur menjadi sama dan seragam dalam daur hidup 24 jam sehari.
Pengaturan itu dilakukan oleh penangguh waktu yang ada di luar tubuh seperti:
  1. Perubahan antara gelap dan terang. 
  2. Kontak sosial. 
  3. Jadwal kerja. 
  4. Adanya jam weker
Fungsi tubuh yang sangat dipengaruhi oleh circardian rhythm adalah pola tidur, kesiapan bekerja, beberapa fungsi otonom, proses metabolisme, suhu tubuh, denyut jantung dan tekanan darah. Setiap hari fungsi tubuh ini akan berubah-ubah antara maksimum dan minimum, pada siang hari meningkat dan pada malam hari menurun.
Menurut Mahyastuti (1993) dalam keadaan normal, fungsi tubuh dapat dibedakan atas 2 fase, yaitu:
  1. Fase ergotropik, terjadi pada siang hari dan semua organ tubuh siap untuk bekerja. 
  2. Fase tropotropik, terjadi malam hari dan sebagian besar fungsi tubuh menurun serta waktu ini dipakai untuk pemulihan dan pembaharuan energi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar