Gaya Komunikasi Nonverbal

Gaya komunikasi nonverbal adalah penyampaian makna melelui bahasa tubuh meliputi ekspresi wajah, gestures, posture, kontak mata, dan suara, juga penggunaan ruang fisik seperti jarak interpersonal, waktu, artefak yang digunakan (Dayakisni & Yuniardi, 2008).
Perilaku nonverbal diklasifikasikan sebagai:
  1. Illustrator (untuk memperjelas perkataan). 
  2. Adaptor/manipulator (dikelola untuk membantu beradaptasi). 
  3. Emblems (menyampaikan pesan melalui dirinya atau perilakunyalah yang menjadi penyampai pesannya). 
  4. Emotions (pesan yang disampaikan). 
  5. Regulator (mengatur arus bicara).
Mengenai perbedaan budayanya dapat dilihat salaha satunya melalui kinesics (studi tentang gerak tubuh dan ekspresi wajah sebagai alat komunikasi). Terbagi menjadi beberapa area, diantaranya oculesics (komunikasi melalui kontak dan kedipan mata). Dimana menurut penelitian Watson, budaya yang mendukung kontak fisik selama interaksi (contact culture) lebih sering melakukan kedipan mata daripada noncontact culture.
Selain itu juga ada posture (area yang membahas sikap tubuh), dimana beberapa budaya memiliki banyak bentuk saat menjadi illustrator, misalnya gerakan tangan yang mendukung ekspresi wajah dan emblem, misalnya gerakan tangan tanda menolak. Juga ada haptics (komunikasi yang mendukung kontak tubuh seperti berciuman pipi), cromatics (penggunaan warna untuk mengkomunikasikan pesan), interpersonal space dan proxemics (keduanya mengirimkan pesan tentang status, kekuasaan dan dominansi). Dimana setiap masyarakat memiliki aturan tersendiri mengenai hal-hal tersebut. (Dayakisni & Yuniardi, 2008)
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar