Etiologi Luka Bakar

Etiologi luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Luka bakar dapat dikelompokkan menjadi luka bakar termal, luka bakar radiasi, dan luka bakar kimia. Destruksi jaringan terjadi akibat koagulasi, denaturasi protein atau ionisasi isi sel. Kulit dan mukosa saluran nafas atas merupakan lokasi destruksi jaringan. Jaringan yang dalam, termasuk organ visera, dapat mengalami kerusakan karena luka bakar elektrik atau kontak yang lama dengan agen penyebab (burning agent). Nekrosis dan kegagalan organ dapat terjadi.
Secara umum, etiologi luka bakar adalah sebagai berikut:
  1. Panas (Api, logam, cairan panas). 
  2. Listrik. Serupa dengan cedera remuk: menyebabkan nekrosis otot, rabdomiolisis, mioglobunuria. 
  3. Bahan Kimia 
  4. Luka Bakar radiasi (Graber et al 1996)
Dalamnya luka bakar bergantung pada suhu agen penyebab luka bakar dan lamanya kontak dengan agen tersebut. Sebagai contoh, pada kasus luka bakar tersiram air panas pada orang dewasa, kontak selama 1 detik dengan air yang panas dari shower dengan suhu 68,9oC dapat menimbulkan luka bakar yang merusak epidermis serta dermis sehingga terjadi cedera derajat tiga (full-thickness injury).
Pajanan selama 15 menit dengan air panas yang suhunya sebesar 56,1oC mengakibatkan cedera full-thickness yang serupa. Suhu yang kurang dari 44o C dapat ditoleransi dalam periode waktu yang lama tanpa menyebabkan luka bakar.
Perawatan luka bakar harus direncanakan menurut luas dan dalamnya luka bakar, kemudian perawatannya dilakukan melalui tiga fase luka bakar yaitu: fase darurat/resusitasi, fase akut/intermediate, dan fase rehabilitasi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar