Cara Penyimpanan ASI

Ada beberapa cara penyimpanan ASI. Cara penyimpanan ASI seharusnya sesuai dengan standard kesehatan agar idak terkontaminasi oleh bakteri ataupun virus yang berbahaya. ASI adalah cairan hidup,selain makanan ASI mengandung zat anti infeksi,cara penyimpanan ASI perah akan menentukan kualitas anti-infeksi dan makanan yang di kandungnya.
  1. Anti infeksi yang terkandung dalam ASI membantu ASI tetap segar dalam waktu yang lebih lama karena akan menghambat pertumbuhan bakteri jahat dalam ASI perah yang disimpan. 
  2. Setelah di cairkan ASI harus habis dalam waktu 1 jam, dan sisa ASI tidak boleh dimasukkan lagi dalam lemari es 
  3. Tulis jam, hari dan tanggal saat diperah
Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perahan 
  1. Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu
  2. Simpan ASI dalam botol yang tertutup rapat karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara.
  3. Jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikan plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam air panas karena bahaya bagi bayi).
  4. Jangan memakai botol susu berwarna atau bergambar karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas.
  5. Jangan campur ASI yang diperah sekarang dengan ASI yang diperas sebelumnya. Untuk itu berilah botol dengan label kapan ASI diperah (tanggal dan jam)
  6. Jika dalam satu hari ibu memompa atau memerah ASI beberapa kali, bisa saja ASI itu digabungkan dalam botol yang sama. Saratnya, suhu tempat botol disimpan stabil, antara 0-15°C. penggabungan hasil simpangan ini bisa dilakukan, asalkan jangka waktu pemompaan/pemerahan pertama sampai dengan terakhir tidak lebih dari 24 jam.
  7. Segera simpan ASI di lemari es setelah diperah. ASI bisa bertahan sampai 8 hari dalam suhu lemari es. Syaratnya ASI ditempatkan dalam ruangan terpisah dari bahan makanan lain yang ada dilemari es tersebut. Jika lemari es tidak memiliki rungan terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 × 24 jam.
  8. Ibu juga dapat membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik
Lama penyimpanan
ASI setelah diperah Lama penyimpanan ASI tergantung pada tempat dan suhu penyimpanan ASI (Khasanah, 2011).
  1. ASI perah dapat dibiarkan dalam suhu kamar (19-25°C) selama 6- 8 jam.
  2. Apabila ASI masih berupa kolostrum (susu awal atau susu yang pertama kali keluar pada 1-7 hari setelah kelahiran) bisa disimpan sampai 12 jam dalam suhu kamar.
  3. Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam. Namun, jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam. Namun perlu diingat bahwa suhu ruangan tersebut harus stabil. Misalnya, ruangan ber-AC tidak mati sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.
  4. Bila ASI disimpan dalam lemari pendingin (suhu 4°C) bisa bertahan selama 24-48 jam.
  5. Jika ditaruh dalam lemari pembeku (suhu -4°C) biasanya dapat bertahan hingga 2 minggu lebih. Namun, jangan menyimpan ASI ini dibagian pintu freezer (lemari pendinginan) karena bagian ini yang mengalami perubahan dalam variasi suhu udara terbesar. Jika ibu kebetulan memiliki frezer penyimpan daging yang terpisah atau deep freezer yang umumnya memiliki suhu lebuh rendah dari freezer biasa (suhu -18°C), ASI bisa bertahan sampai 4 bulan. Akan tetapi, ASI yang ditaruh dalam freezer lebih baik dari pada disimpan dalam lemari pembeku.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar