Aspek-aspek Profesionalisme Kerja

Aspek-aspek profesionalisme kerja terdiri dari beberapa item. Apa yang dikemukakan Oemar Hamalik (2000) dapat menambah pemahaman mengenai profesionalisme kerja pegawai atau tenaga kerja. Ia mengemukakan bahwa tenaga kerja pada hakikatnya mengandung aspek-aspek antara lain:
  1. Aspek Potensial, bahwa setiap tenaga kerja memiliki potensi-potensi herediter yang bersifat dinamis, yang terus berkembang dan dapat dikembangkan. Potensi-potensi itu antara lain: daya mengingat, daya berfikir, daya berkehendak, daya perasaan, bakat, minat, motivasi dan potensi-potensi yang lainnya. 
  2. Aspek Profesionalisme, bahwa setiap tenaga kerja memiliki kemampuan dan ketrampilan kerja atau kejuruan dalam bidang tertentu, dengan kemampuan dan ketrampilan itu dia dapat mengabdikan dirinya dalam lapangan kerja tertentu dan menciptakan hasil yang baik secara optimal.
  3. Aspek Fungsional bahwa setiap tenaga kerja melaksanakan pekerjaannya secara tepat guna, artinya dia bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam bidang yang sesuai pula. 
  4. Aspek Operasional bahwa setiap tenaga kerja mendaya-gunakan kemampuan dan ketrampilannya dalam proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan kerja yang sedang ditekuninya. 
  5. Aspek Personal bahwa setiap tenaga kerja harus memiliki sifat-sifat kepribadian yang menunjang pekerjaannya, misalnya: sikap mandiri dan tangguh, bertanggung jawab, tekun dan rajin, mencintai pekerjaannya, berdisiplin dan berdedikasi tinggi. 
  6. Aspek Produktivitas bahwa setiap tenaga kerja harus memiliki motif berprestasi, berupaya agar berhasil dan memberikan hasil dari pekerjaannya, baik kuantitas maupun kualitas.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar