Tanda-tanda Cerebral Palsy

Ada beberapa tanda-tanda cerebral palsy. Terdapat beberapa langkah untuk mengetahui tanda-tanda cerebral palsy yaitu sebagai berikut (Sastra, 2011):
Gejala awal
Pada umumnya cerebral palsy dapat terlihat pada usia kurang dari 3 tahun,dan dapat dicurigai pada kemampuan perkembangan motorik tidak normal. Bayi yang mengalami cerebral palsy akan terlihat keterlambatan perkembangan, misalnya tengkurap, duduk dan sebagainya.
Ada sebagian mengalami abnormalitas tonus otot. Penurunan tonus, bayi akan terlihat lemas dan kaku. Ada juga bayi pada periode awal tampak hipotonia dan selanutnya berkembang menjadi hipertonia setelah 2-3 bulan pertama. Sehingga kemungkinan anak cerebral palsy menunjukkan postur abnormal pada satu sisi tubuh.
Pemeriksaan fisik
Pada hal ini penderita cerebral palsy melakukan pemeriksaan kemampuan motorik bayi dan melihat kembali riwayat medis mulai dari riwayat kehamilan, persalinan dan kesehatan bayi. Perlu juga dilakukan pemeriksaan refleks dan mengukur perkembangan lingkar kepala anak. Refleks ialah gerakan tubuh secara otomatis bereaksi sebagai respon terhadap stimulus spesifik.
Pemeriksaan neuroradiologik
Pemeriksaan khusus neuroradiologi untuk mencari kemungkinan penyebab cerebral palsy perlu dikerjakan, salah satu pemeriksaan yaitu dengan melakukan CT-Scan kepala, CT-Scan kepala yaitu pemeriksaan imaging untuk mengetahui struktur jaringan otak selain itu juga dapat menjabarkan area otak yang kurang berkembang, kista abnormal ataupun kelainan lainnya.
MRI merupakan tehnik imaging yang canggih, dimana menghasilkan gambar yang lebih baik dalam hal struktus atau area abnormal dengan lokasi lekat dengan tulang. Neuroimaging direkomendasikan dalam evaluasi anak cerebral palsy jika etiologi tidak dapat ditemukan.
Pemeriksaan lainnya
Dalam hal ini pun perlu adanya pemeriksaan lainnya, dimana yang mempertimbangkan kondisi lain yang berhubungan dengan cerebral palsy. Beberapa dokter mengatakan bahwa terdapat penyakit kejang maka harus dilakukan EEG, dimana dapat membantu untuk melihat aktivitas elektrik otak dan akan menunjukkan penyakit kejang tersebut. Identifikasi kelainan penyerta sangat penting sehingga diagnosis dini akan lebih mudah ditegakkan. Banyak kondisi diatas dapat diperbaiki dengan terapi spesifik sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup penderita cerebral palsy.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar