Sumber Kebisingan

Ada beberapa macam sumber kebisingan. Pada umumnya, sumber kebisingan dibedakan atas kebisangan yang bersumber dari dalam ruangan, ataupun yang bersumber dari luar ruangan. Bunyi yang menimbulkan bising disebabkan oleh sumber yang bergetar. Getaran sumber suara mengganggu molekul-molekul udara di sekitar sehingga molekul-molekul ikut bergetar. Getaran sumber ini menyebabkan terjadinya gelombang rambatan energi mekanis dalam medium udara menurut pola rambatan longitudinal.
Bermacam-macam sumber kebisingan yang merupakan dampak dari aktivitas berbagai proyek pembangunan dapat dibagi ke dalam empat tipe pembangunan yaitu:
  1. Sumber kebisingan dari tipe pembangunan pemukiman 
  2. Sumber kebisingan dari tipe pembangunan gedung bukan untuk tempat tinggal tetap, misalnya untuk perkantoran, gedung umum, hotel, rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya 
  3. Sumber kebisingan dari tipe pembangunan industry 
  4. Sumber kebisingan dari tipe pekerjaan umum, misalnya jalan, saluran induk air, selokan induk air, dan lainnya.
Dilihat dari sifat sumber kebisingan dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Sumber kebisingan statis, misalnya pabrik, mesin, tape, dan lainnya 
  2. Sumber kebisingan dinamis, misalnya mobil, pesawat terbang, kapal laut, dan lainnya.
Sedangkan sumber bising yang dilihat dari bentuk sumber suara yang dikeluarkannya ada dua:
  1. Sumber bising yang berbentuk sebagai suatu titik/bola/lingkaran. Contohnya sumber bising dari mesin-mesin industri/mesin yang tak bergerak 
  2. Sumber bising yang berbentuk sebagai suatu garis, contohnya kebisingan yang timbul karena kendaraan-kendaraan yang bergerak di jalan.
Berdasarkan letak sumber suaranya, kebisingan dibagi menjadi:
  1. Bising Interior. Merupakan bising yang berasal dari manusia, alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin gedung yang antara lain disebabkan oleh radio, televisi, alat-alat musik, dan juga bising yang ditimbulkan oleh mesin-mesin yang ada digedung tersebut seperti kipas angin, motor kompresor pendingin, pencuci piring dan lain-lain. 
  2. Bising Eksterior. Bising yang dihasilkan oleh kendaraan transportasi darat, laut, maupun udara, dan alat-alat konstruksi.
Tabel Intensitas dari Kebisingan:
Skala Intensitas
Desibels
Batas Dengar Tertinggi
Menulikan
100-120
Halilintar, Meriam, Mesin Uap
Sangat hiruk
80-100
Jalan hiruk – pikuk, Perusahaan sangat gaduh, Pluit polisi
Kuat
60-80
Kantor gaduh, Jalan pada umumnya, Radio
Sedang
40-60
Rumah gaduh, Kantor pada umumnya, Percakapan kuat, Radio perlahan
Tenang
20-40
Rumah tenang, Kantor perorangan, Auditorium, Percakapan
Sangat Tenang
0-20
Suara daun-daun, Berbisik, Batas dengan terendah
Sumber : Soekidjo Notoatmodjo. 2003
Peningkatan mekanisasi akan mengakibatkan meningkatnya tingkat kebisingan. Pembangunan yang banyak memakai peralatan modern di suatu industri atau perusahaan untuk meningkatkan produktivitas memberikan dampak terhadap tenaga kerja oleh karena bunyi yang dihasilkan mesin dalam proses tersebut akan berdampak negatif terhadap tenaga kerja.
Salah satu dampak yang dihasilkan oleh mesin produksi terhadap tenaga kerja adalah menimbulkan bising di tempat kerja sehingga mengganggu kenyamanan dalam bekerja. Ketulian atau berkurangnya pendengaran juga disebabkan oleh kebisingan dimana tenaga kerja berada. Sumber-sumber kebisingan di industri antara lain adalah mesin produksi, mesin potong atau gergaji, ketel uap untuk pemanas air, dan mesin diesel (Ada, 2008).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar