Macam-macam Gangguan Pendengaran

Ada bermacam-macam gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan secara parsial atau total untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga. Pembagian gangguan pendengaran berdasarkan tingkatan beratnya gangguan pendengaran, yaitu mulai dari gangguan pendengaran ringan (20-40 dB), gangguan pendengaran sedang (41-60 dB) dan gangguan pendengaran berat (61-80 dB).
Sedangkan gangguan pendengaran dapat diklasifikasikan sebagai:
Tuli konduktif
Terjadi pada 8% dari seluruh kejadian gangguan pendengaran. Disebabkan oleh kondisi patologis pada kanal telinga eksterna, membran timpani, atau telinga tengah sehingga terjadi gangguan transmisi suara secara mekanik. Gangguan pendengaran konduktif tidak melebihi 60 dB karena dihantarkan menuju koklea melalui tulang (hantaran melalui tulang) bila intensitasnya tinggi.
Penyebab tersering gangguan pendengaran jenis ini pada anak adalah otitis media dan disfungsi tuba eustachius yang disebabkan oleh otitis media sekretori. Kedua kelainan tersebut jarang menyebabkan kelainan gangguan pendengaran melebihi 40 dB.
Tuli sensorineural
Merupakan jenis yang paling banyak terjadi yaitu sebesar 90% dari seluruh kejadian gangguan pendengaran. Disebabkan oleh kerusakan atau malfungsi koklea, saraf pendengaran dan batang otak sehingga terjadi kegagalan untuk memperkuat gelombang suara sebagai impuls saraf secara efektif pada koklea atau untuk mengirimkan impuls tersebut melalui nervus vestibulocochlearis.
Bila kerusakan terbatas pada sel rambut di koklea, maka sel ganglion dapat bertahan atau mengalami degenerasi transneural. Bila sel ganglion rusak, maka nervus VIII akan mengalami degenerasi Wallerian. Penyebabnya antara lain adalah: kelainan bawaan, genetik, penyakit/kelainan pada saat anak dalam kandungan, proses kelahiran, infeksi virus, pemakaian obat yang merusak koklea (kina, antibiotika seperti golongan makrolid), radang selaput otak, hipoksia, dan kadar bilirubin yang tinggi. Penyebab utama gangguan pendengaran ini disebabkan genetik atau infeksi, sedangkan penyebab yang lain lebih jarang.
Tuli campuran
Bila gangguan pendengaran/ketulian konduktif dan sensorineural terjadi bersamaan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar