Klasifikasi Kejang

Ada beberapa klasifikasi kejang. Menurut Doenges (1993), kejang (konvulsion) adalah aktifitas motorikdan gangguan fenomena sensorik akibat dari pelepasan muatan listriksecara tiba-tiba yang tidak terkontrol dari sel saraf korteks serebral yangditandai dengan serangan tiba-tiba dan disertai gangguan kesadaran.
Kejang yang merupakan pergerakan abnormal atau perubahan tonus badan dan tungkai dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu: kejang, klonik, kejang tonik dan kejang mioklonik.
Kejang Tonik
Kejang ini biasanya terdapat pada bayi baru lahir dengan berat badan rendah dengan masa kehamilan kurang dari 34 minggu dan bayi dengan komplikasi prenatal berat. Bentuk klinis kejang ini yaitu berupa pergerakan tonik satu ekstrimitas atau pergerakan tonik umum dengan ekstensi lengan dan tungkai yang menyerupai deserebrasi atau ekstensi tungkai dan fleksi lengan bawah dengan bentuk dekortikasi.
Bentuk kejang tonik yang menyerupai deserebrasi harus di bedakan dengan sikap epistotonus yang disebabkan oleh rangsang meningkat karena infeksi selaput otak atau kernikterus
Kejang Klonik
Kejang Klonik dapat berbentuk fokal, unilateral, bilateral dengan pemulaan fokal dan multifokal yang berpindah-pindah. Bentuk klinis kejang klonik fokal berlangsung 1–3 detik, terlokalisasi dengan baik, tidak disertai gangguan kesadaran dan biasanya tidak diikuti oleh fase tonik. Bentuk kejang ini dapat disebabkan oleh kontusio cerebri akibat trauma fokal pada bayi besar dan cukup bulan atau oleh ensepalopati metabolik.
Kejang Mioklonik
Gambaran klinis yang terlihat adalah gerakan ekstensi dan fleksi lengan atau keempat anggota gerak yang berulang dan terjadinya cepat. Gerakan tersebut menyerupai reflek moro. Kejang ini merupakan pertanda kerusakan susunan saraf pusat yang luas dan hebat. Gambaran EEG pada kejang mioklonik pada bayi tidak spesifik (Lumbang Tebing,1997).
Menurut Ngastiyah (1997), klasikfikasi kejang demam adalah:
Kejang demam sederhana
Kejang demam sederhana yaitu kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan umum. Adapun pedoman untuk mendiagnosa kejang demam sederhana dapat diketahui melalui criteria Livingstone, yaitu:
  1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan sampai 4 tahun 
  2. Kejang berlangsung hanya sebentar, tidak lebih dari 15 menit. 
  3. Kejang bersifat umum 
  4. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam. 
  5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kjang normal 
  6. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya 1 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukan kelainan. 
  7. Frekuensi kejang bangkitan dalam 1 tahun tidak melebihi 4 kali
Kejang kompleks
Kejang kompleks adalah tidak memenuhi salah satu lebih dari ketujuh criteria Livingstone. Menurut Mansyur (2000) biasanya dari kejang kompleks diandai dengan kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit, fokal atau multiple ( lebih dari 1 kali dalam 24jam). Di sini anak sebelumnya dapat mempunyai kelainan neurology atau riwayat kejang dalam atau tanpa kejang dalam riwayat keluarga.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar