Klasifikasi Kebisingan

Ada beberapa klasifikasi kebisingan. Di tempat kerja, kebisingan diklasifikasikan ke dalam dua jenis golongan besar (Tambunan, 2005), yaitu:
Kebisingan Tetap (unsteady noise)
Kebisingan  tetap (unsteady noise) dipisahkan lagi menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Kebisingan dengan frekuensi terputus (discrete frequency noise). Kebisingan ini berupa “nada-nada” murni pada frekuensi yang beragam, contohnya suara mesin, suara kipas, dan sebagainya. 
  2. Broad band noise. Kebisingan dengan frekuensi terputus dan broad band noise sama-sama digolongkan sebagai kebisingan tetap (steady noise). Perbedaannya adalah broad band noise terjadi pada frekuensi yang lebih bervariasi (bukan “nada” murni).
Kebisingan tidak tetap (unsteady noise)
Kebisingan tidak tetap (unsteady noise) dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Kebisingan fluktuatif (fluctuating noise). Kebisingan yang selalu berubah-ubah selama rentang waktu tertentu. 
  2. Intermittent noise. Sesuai dengan terjemahannya, intermittent noise adalah kebisingan yang terputus-putus dan besarnya dapat berubah-ubah, contohnya kebisingan lalu lintas.  
  3. Impulsive noise. Kebisingan impulsif dihasilkan oleh suara-suara berintensitas tinggi (memekakkan telinga) dalam waktu relatif singkat, misalnya suara ledakan senjata api dan alat sejenisnya.
Jenis-jenis kebisingan yang sering ditemukan adalah sebagai berikut:
  1. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi luas (steady state, wideband noise), misalnya suara yang ditimbulkan oleh kipas angin.
  2. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi sempit (steady state, narrow band noise), misalnya suara yang ditimbulkan oleh gergaji sirkuler dan katup gas
  3. Kebisingan terputus-putus (intermitten), misalnya suara lalu lintas, suara kapal terbang dilapangan udara
  4. Kebisingan impulsif (impact or impulsive noise), misalnya suara tembakan atau meriam
  5. Kebisingan impulsif berulang, misalnya suara yang ditimbulkan mesin tempa.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar