Jenis-jenis Cerebral Palsy

Terdapat beberapa jenis-jenis cerebral palsy. Cerebral palsy (CP) dapat diklasifikasikan berdasarkan gejala dan tanda klinis neurologis. Spastik diplegia, untuk pertama kali dideskripsikan oleh Little (1860), merupakan salah satu bentuk penyakit yang dikenal selanjutnya sebagaicerebral palsy. Hingga saat ini cerebral palsy diklasifikasikan berdasarkan kerusakan gerakan yang terjadi dan dibagi dalam 4 kategori, yaitu (Suharso, 2006).
Cerebral Palsy Spastik
Merupakan bentuk CP terbanyak (70-80%). Kerusakan terjadi di traktus kortikospinalis (darah dikorteks), anak mengalami kelumpuhan yang kaku, refleksnya menggigil, misalnya refleks moro (salah satu refleks bayi) yang sering terjadi, baik dirangsang maupun tidak dan ada refleks yang menetap padahal seharusnya hilang diusia tertentu tapi masih ada, misalnya refleks menggenggam pada bayi. Normalnya menghilang diusia 3-4 bulan, tapi pada anak cerebral palsy ini muncul atau tetap ada.
CP Spastik dibagi berdasarkan jumlah ekstremitas yang terkena, yaitu:
  1. Monoplegi, kelumpuhan empat anggota gerak tapi salah satu anggota gerak lebih hebat dari sebelumnya. 
  2. Quadriplegia, kelumpuhan pada keempat gerakan anggota geraknya, dua kaki dan dua tangan lumpuh. 
  3. Diplegia, kelumpuhan dua anggota gerak yang berhubungan, biasanya kedua anggota gerak bawah. Misalnya, tungkai bawah tapi dapat pula kedua anggota gerak atas. 
  4. Hemiplegi, kelumpuhan pada satu sisi tubuh dan anggota gerak yang dibatasi oleh garis tengah yang didepan atau dibelakang, misalnya tangan kiri, kaki kiri. Pergerakan anggota gerak berkurang, fleksi (menekuk) lengan pada siku, lengan tetap mengepal.
Koreo-Attentoid
Dikenal juga dengan istilah cerebral palsy diskrinetik atau gerak, jadi tangan anak atau kakinya bergerak melengkung-melengkung, sikapnya abnormal dan geraknya infolumenter dengan sendirinya. Refleks neonatalnya menetap. Kerusakan terjadi di ganglia basalis (darah yang mengatur gerakan).
Aktaksik
Gangguan koordinasi, gerakannya melengkung juga, tapi biasanya gangguan ditulang belakangnya, lehernya kaku dan tampak melengkung. Gangguan ini biasanya menunjukkan perkembangan motorik yang terlambat sehingga kehilangan keseimbangan yang dapat terlihat saat anak belajar duduk. Kerusakan otaknya disereberum (daerah otak kecil).
Distonia
Ada yang ototnya kaku dan ada juga yang lemas. Kerusakan otaknya berada pada bagian korteks (bagian lapisan luar otak) dan di ganglia basalis.
Balismus
Ada gerakan yang tidak terkoordinasi atau involumenter, kadang juga melengkung-lengkung. Kerusakan berada diganglia basalis.
Campuran
Merupakan jenis cerebral palsy dengan semua gabunganjenis diatas, kerusakan ini bisa terjadi di daerah otak mana saja.
Cerebral palsy juga bisa diklasifikasikan berdasarkan estimasi derajat beratnya penyakit dan kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas normal. Adnyana(1995:39) Yaitu:
  1. Ringan: Penderita masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari sehingga sama sekali tidak atau hanya sedikit sekali membutuhkan bantuan khusus. 
  2. Sedang: Aktifitas sangat terbatas. Penderita membutuhkan bermacam-macam bantuan khusus atau pendidikan khusus agar dapat mengurus dirinya sendiri, dapat bergerak atau berbicara. Dengan pertolongan secara khusus, diharapkan penderita dapat mengurus diri sendiri, berjalan atau berbicara sehingga dapat bergerak, bergaul, hidup di tengah masyarakat dengan baik. 
  3. Berat: Penderita sama sekali tidak bisa melakukan aktifitas fisik dan tidak mungkin dapat hidup tanpa pertolongan orang lain. Pertolongan atau pendidikan khusus yang diberikan sangat sedikit hasilnya. Sebaiknya penderita seperti ini ditampung dalam rumah perawatan khusus. Rumah perawatan khusus ini hanya untuk penderita dengan retardasi mental berat, atau yang akan menimbulkan gangguan sosial emosional baik bagi keluarganya maupun lingkungannya.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar