Gangguan Hubungan Sosial

Gangguan hubungan sosial merupakan suatu gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel dan menimbulkan perilaku maladaptif dan mengganggu fungsi seseorang dalam berhubungan sosial. Tiap individu mempunyai potensi untuk terlibat dalam hubungan sosial pada berbagai tingkat hubungan yaitu hubungan intim biasa sampai hubungan saling ketergantungan. Individu tidak mampu memenuhi kebutuhan tanpa adanya hubungan dengan lingkungan sosial. Oleh karena itu individu perlu membina hubungan interpersonal (Teguh, 2009).
Kepuasan hubungan dapat dicapai jika individu terlibat secara aktif dalam proses berhubungan. Peran serta yang tinggi dalam berhubungan serta respon lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerja sama, hubungan timbal balik yang sinkron. Peran serta dalam proses hubungan dapat berfluktuasi sepanjang rentang tergantung dan artinya suatu saat individu tergantung pada orang lain dan suatu saat orang lain akan tergantung pada individu (Stuart, 2006).
Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang dialami oleh individu dan diterima sebagai ketentuan oleh  orang lain dan sebagai suatu keadaan yang negatif dan mengancam (Townsend, 1998) dan ada juga pendapat yang mengemukakan bahwa isolasi social merupakan pengabaian hubungan interpersonal, Individu tidak mempunyai keinginan untuk berinteraksi sosial dan lebih senang melakukan aktivitas soliter/menyendiri (Copel, 2007).
Isolasi sosial adalah terjadinya pemutusan proses hubungan terkait erat dengan dengan ketidakpuasan individu terhadap proses hubungan yang disebabkan kurangnya peran serta respon lingkungan yang negatif. Kondisi dapat mengembangkan rasa tidak percaya diri dan keinginan untuk menghindari dari orang lain (rasa tidak percaya dengan orang lain).
Pada pasien dengan perilaku menarik diri sering melakukan kegiatan yang ditujukan untuk mencapai pemuasan diri, dimana pasien melakukan usaha untuk melindungi diri sehingga pasien jadi pasif dan berkepribadian kaku,pasien menarik diri juga melakukan pembatasan (isolasi diri), termasuk juga kehidupan emosionalnya, semakin sering pasien menarik diri,semakin banyak kesulitan yang dialami dalam mengembangkan hubungan sosial dan emosional dengan orang lain (Stuart & Sundeen, 1998).
Penarikan diri (withdrawl) adalah suatu tindakan melepaskan diri, baik perhatian maupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung/ isolasi sosial (Depkes, 1989). Menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan berpartisipasi dalam kuantitas dan kualitas tidak efektif dari pertukaran sosial. Isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif atau mengancam dirinya (Townsend, 2011).
Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang, merasa kehilangan kedekatan dengan orang lain dan tidak bisa berbagi pikiran dan perasaannya (Rawlins, 1993).
Individu merasa kehilangan teman dan tidak mempunyai kesempatan untuk membagi pikiran, perasaan dan pengalaman serta mengalami kesulitan berinteraksi secara spontan dengan orang lain. Individu yang demikian berusaha untuk mengatasi ansietas yang berhubungan dengan kesepian, rasa takut, kemarahan, malu, rasa bersalah dan merasa tidak aman dengan berbagai respon. Respon yang terjadi dapat berada pada rentang adaptif sampai maladaptif (Stuart, 2006).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar