Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Industri

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi industri. Jika kita perhatikan kegiatan ekonomi sekunder, yaitu industry manufaktur, pada dasarnya nampak adanya tiga usaha dan kegiatan pokok yang satu sama lain saling berkaitan, yaitu: usaha-usaha pengumpulan dan pengambilan bahan mentah, kegiatan pengolahan, dan usaha-usaha pemasaran hasilnya.
Mengingat kait-mengkaitnya berbagai aspek kegiatan industry tersebut, maka High Smith (1963) menggolongkan syarat dan faktor-faktor yang mempengaruhi usaha dan kegiatan industri, yaitu sebagai berikut:
  1. Faktor Sumber Daya. Faktor sumber daya, khususnya sumber daya alam sebagai pendukung industri yang penting adalah : bahan mentah, sumber energy, persediaan air, faktor iklim dan bentuk lahan (landform). 
  2. Faktor Sosial. Faktor sosial yang berpengaruh terhadap usaha dan perkembangan industri antara lain: penyediaan tenaga kerja, kemampuan-kemampuan teknologi, dan kemampuan-kemampuan mengorganisasi. 
  3. Faktor-faktor Ekonomi. Faktor ekonomi yang paling penting adalah : pasaran, transportasi, modal, masalah harga tanah dan pajak. 
  4. Faktor Kebijakan Pemerintah. Kebijakan pemerintah yang mempengaruhi usaha dan perkembangan industri, misalnya: ketentuan-ketentuan perpajakan dan tarif, pembatasan impor-ekspor (proteksi hasil industri dalam negeri dan mendorong ekspor), pembatasan jumlah dan macam industri, penentuan daerah industri, pengembangan kondisi dan iklim yang menguntungkan usaha (favourable), dan lain-lain.
Sedangkan menurut Daldjoeni (1992) “faktor–faktor yang mempengaruhi keberadaan industri meliputi faktor ekonomi, historis, manusia, politisi dan faktor geografis”. Sehingga faktor–faktor yang mempengaruhi perkembangan industri menurut Daldjoeni (1992). Faktor geografi meliputi enam hal yaitu: bahan mentah, sumber daya, tenaga, suplay air, sumber tenaga kerja, pasaran dan fasilitas transportasi.
Disamping faktor geografis terdapat faktor non geografis bagi perindustrian yang meliputi; modal, manajemen, kegiatan pemerintah dan faktor–faktor pribadi”.
Adapun faktor–faktor yang mempengaruhi penempatan lokasi industri yaitu diantaranya:
Faktor-faktor yang mempengaruhi penempatan lokasi industri
Lokasi industri merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kelangsungan dari kegiatan industri. Karena semakin strategis lokasi industri, maka secara otomatis akan mempengaruhi semua kegiatan industri. Djamari (1979), menemukakan beberapafaktor yang harus diperhatikan untuk pembangunan industri adalah sebagai berikut.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk membangun suatu industri, yaitu sumber bahan mentah, pemasaran, tenaga kerja, daerah sumber bahan baku, jaringan lalu lintas, keadaan tanah dimana suatu industri itu akan dibangun, soal pajak, apakah daerah itu termasuk daerah pajak yang rendah atau tinggi, zonefikasi perencanaan daerah yaitu dimanakah sebaiknya industry dibangun.
Abdurachmat (1997), ada beberapa kecenderungan lokasi industry ditempatkan, yaitu:
  1. Industri-industri yang cenderung ditempatkan di daerah bahan mentah 
  2. Industri-industri yang cenderung ditempatkan di daerah-daerah sumber tenaga 
  3. Industri-industri yang cenderung di tempatkan di daerah sumber tenaga kerja 
  4. Industri-industri yang cenderung di temptakan di daerah pasaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha dan kegiatan industri
I. Made Sandy (1986) mengemukakan tentang sembilan faktor yang mempengaruhi maju mundurnya suatu industri, yaitu: 
  1. Tenaga kerja yang terampil di dalam bidang industri yang bersangkutan karena itu industri membutuhkan pengkhususan di masyarakat. 
  2. Suasana industri, yaitu masyarakat yang tahu akan barang yang dihasilkan, membutuhkan dan mampu membeli. 
  3.  Jaringan komunikasi yang mantap, merupakan sarana hubungan darat, laut, udara, dan elektronika 
  4. Terjaminnya ketersediaan bahan mentah dan bahan baku. 
  5. Tenaga energy atau bahan bakar 
  6. Pasar dan sarana untuk menjamin permintaan pasar dengan cepat dan dapat terpenuhi. 
  7. Pengangkatan atau manajemen yang arif dan mampu memandang jauh kedepan. 
  8. Ketentraman politik dan sosial. 
  9. Kemudahan kredit dan kelancaran administrasi.
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor utama dari perkembangan industri batu alam ditentukan oleh lokasi. Pengambilan keputusan mengenai lokasi perusahaan pada akhirnya akan menentukan bagi tumbuh dan berkembangnya perusahaan.
Penyebaran lokasi industri ke daerah–daerah mempunyai arti penting bagi pembangunan daerah yang dijadikan lokasi industri. Potensi yang adadapat terolah dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik ini yang menyangkut potensi manusia maupun potensi alamiah seperti yang dikemukakan oleh Sumaatmadja (1988), yaitu: Lokasi penyebaran industri ke daerah harus sesuai dengan kondisi geografidaerah yang bersangkutan. Kondisi geografi menyangkut potensi daerah yang dapat dikembangkan sebagai sumberdaya mineral dan energinya, maupun yang menyangkut transportasi dan komunikasi dengan kondisi fisisnya.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa gejala–gejala geografis suatu daerah untuk dijadikan lokasi industri harus mempunyai kemampuan sebagai penunjang kegiatan industri tersebut, selain harus memperhatikan unsur–unsur tenaga kerja, bahan baku, pemasaran, pengembangan wilayah dan kelestarian lingkungan.
Dalam pemilihan lokasi industri selain harus memperhatikan kondisi geografi suatu daerah, ada hal yang sangat perlu untuk diperhatikan. Seperti yang dikemukakan Losch dalam Daldjoeni (1992), yang menyatakan bahwa “suatu lokasi industri didirikan atas permintaan sehingga diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri adalah dimana yang bersangkutan dapat menguasai pasaran terluas, dengan demikian dapat dihasilkan paling banyak pendapatan”.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberadaan Kegiatan Industri
Meski munculnya perindustrian seringkali karena kebetulan belaka, akan tetapi sebenarnya ada sejumlah faktor yang ikut menentukan berdirinya di suatu wilayah; ini menyangkut faktor ekonomis, historis, manusia, politis dan akhirnya geografis. Sehubungan dengan hal tersebut Robinson (1979) yang dikutip oleh Daldjoeni (1992) memasukkan ke dalam faktor geografis dari berdirinya industri ini sebanyak enam hal yaitu bahan mentah, sumberdaya tenaga, suplai tenaga kerja, suplai air, pemasaran dan fasilitas transportasi.
Sedangkan menurut High Smith (1963) yang dikutip oleh Abdurachmat (1989) “ada empat faktor yang mempengaruhi usaha dan kegiatan industri, yaitu faktor sumberdaya (The Resource Factor), faktor sosial (Social Factor), faktor ekonomi (Economic Factor), dan kebijakan pemerintah”.
Faktor sumber daya, khususnya sumberdaya alam sebagai pendukung industri yang penting diantaranya adalah:
  1. Bahan Mentah. Bahan mentah untuk industri merupakan yang terpenting di antara faktor sumber daya. Demikian pentingnya bahan mentah bagi perindustrian. Sehingga banyak usaha industri yang didirikan atau ditempatkan di daerah sumber bahan mentah atau pendekatan dengan pabrik lain yang produknya dijadikan sebagai bahan baku. 
  2. Sumber Energi. Sumber energi yang digunakan dalam kegiatan industri adalah minyak bumi, batu bara, gas alam, tenaga listrik, kayu dan sebagainya. 
  3. Penyediaan Air. Air berguna untuk bahan pendingin pencampur dan pencuci, sehingga dalam menempatkan dan menentukan lokasi industri harus memperhatikan air. 
  4. Iklim dan Bentuk Lahan (landform) Iklim akan mempengaruhi aktivitas kerja. Tetapi karena perkembangan teknologi pengaturan udara, maka iklim tidak lagi menjadi faktor penentu. Bentuk lahan berpengaruh terhadap penempatan lokasi industri, baik terhadap bangunan industri maupun prasarana lalu lintas angkutan.
Faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap usaha dan perkembangan industri antara lain:
  1. Penyediaan Tenaga Kerja. Kualitas dan kuantitas tenaga kerja sangat berpengaruh dalam proses produksi. Penyediaan tenaga kerja bergantung pada jumlah tenaga kerja yang tersedia dan tingkat upah yang berlaku. Pada industri kecil tenaga kerja yang terserap pada umumnya berasal dari daerah setempat. 
  2. Keterampilan dan kemampuan teknologi. Suatu industri modern dengan mempergunakan mesin dan produksi masal memerlukan tenaga kerja terdidik dan terlatih. 
  3. Kemampuan berorganisasi (Management). Semakin kompleks suatu industri maka kompleks pula pengorganisasiannya, oleh karena itu untuk keberhasilan suatu usaha industry diperlukan tenaga yang berkemampuan tinggi untuk mengorganisasikannya.
Faktor-faktor yang penting dalam perkembangan suatu industri adalah:
  1. Pemasaran. Pemasaran sama pentingnya dengan bahan mentah dan sumber energy dalam hal pengaruh terhadap perkembangan industri. Potensi pasaran kadang-kadang sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan daya belinya. 
  2.  Transportasi. Biaya transportasi sangat penting bagi industri, karena bahan mentah harus diangkut dan dipastikan. 
  3. Modal. Modal sangat diperlukan untuk kegiatan industri. Beberapa macam industri memerlukan modal yang cukup besar. Pada umumnya modal lebih dinamis, bisa bergerak dari suatu daerah lain dan bisa diperoleh dimana saja, namun sumber modal yang penting adalah yang berasal dari penduduk daerah atau negara berupa penghasilan negara dari pajak dan retribusi, tabungan penduduk, dan sebagainya. 
  4. Nilai dan Harga Tanah. Harga tanah yang tinggi di pusat kota mendorong usaha industry ditempatkan di daerah pinggiran karena pajak yang berbeda mempengaruhi usaha penyebaran daerah industri.
Dari faktor terakhir yang sangat berpengaruh dalam perkembangan suatu industri adalah faktor kebijaksanaan pemerintah. Faktor kebijakan pemerintah yang mempengaruhi perkembangan industri ini diantaranya adalah, ketentuan perpajakan dan tariff import-eksport, pembatasan jumlah dan macam industri, penentuan daerah industri, serta pengembangan kondisi dan iklim yang menguntungkan usaha.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar