Arus Komunikasi Organisasi

Terdapat beberapa arus komunikasi orgnisasi. Pace & Feulesdalam bukunya yang berjudul “Komunikasi Organisasi: strategi meningkatkan kinerja perusahaan” (2001) mengemukakan bahwa didalam Komunikasi Organisasi terdapat 4 dimensi komunikasi yaitu:
Komunikasi ke atas (Upward Communication)
Komunikasi ke atas (Upward Communication) adalah komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah untuk penyampaian informasi tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan, penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan, penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan dan juga penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
  1. Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction) 
  2. Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale) 
  3. Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices) 
  4. Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
Komunikasi ke bawah (Downward Communication)
Komunikasi ke bawah (Downward Communication) adalah komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas kebawah ini adalah: pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction), penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale), untuk penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices) dan juga sebagain pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
  1. Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan 
  2. Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan 
  3. Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan 
  4. Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
Komunikasi Horizontal
Komunikasi Horizontaladalah komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah untuk Memperbaiki koordinasi tugas, sebagai upaya pemecahan masalah, saling membagi informasi, sebagai upaya pemecahan konflik dan juga untuk membina hubungan melalui kegiatan bersama.
Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
  1. Memperbaiki koordinasi tugas 
  2. Upaya pemecahan masalah 
  3. Saling berbagi informasi 
  4. Upaya pemecahan konflik 
  5. Membina hubungan melalui kegiatan bersama
Komunikasi lintas saluran (Interline Communication)
Komunikasi lintas saluran (Interline Communication) adalah tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas-saluran ini karena biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional. Karena terdapat banyak komunikasi lintas lainnya yang perlu berhubungan dalam rantai kebijakan organisasi untuk membimbing komunikasi lintas.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar