Pengertian Kompetensi Kerja

Pengertian Kompetensi Kerja bukanlah hal baru di dalam psikologi organisasi industry Amerika yang sudah memiliki gerakan kompetensi seja k akhir tahun 1960 dan awal tahun 1970 (Veithzal Rivai dan Sagala, 2009). Para pakar manajemen SDM dan perilaku organisasi pada umumnya memberikan batasan berbeda mengenai konsep kompetensi, tetapi secara tersirat batasan yang terkandung dalam pengertian para pakar tersebut relatif memiliki kesamaan bahwa kompetensi adalah karakteristik utama dari individu untuk menghasilkan kinerja optimal dalam melakukan pekerjaan yang mencakup motif, sifat, konsep diri, pengetahuan, dan keahlian.
Beberapa ahli mengemukakan pendapat mengenai pengertian kompetensi kerja. Horton (2000) berpendapat bahwa kompetensi adalah karakteristik utama dari seseorang atau individu yang berhubungan dengan keefektifan atau keahlian di dalam melaksanakan pekerjaan. Kreitner dan Kinicki (2003) berpendapat bahwa kompetensi merupakan kemampuan yang menunjukkan karakteristik stabil, berkaitan dengan kemampuan maksimum fisik dan mental seseorang.
Keterampilan di sisi lain adalah kapasitas khusus untuk memanipulasi objek. Agus Siswanto (Radja, 2008) menyatakan bahwa: Konsep kompetensi pertama kali dipelopori oleh David C. McClelland pada tahun 1973, yang mempublikasikan artikelnya be rjudul “Testing for Competence Rather Than Intelligence” yang mengemukakan latar belakang dan konsep kompetensi dalam psikologi moderen. McClelland melakukan kajian dan menganalisa berbagai penelitian sebelumnya dan menyimpulkan bahwa pengukuran potensi intelegensi dan pengetahuan akademik dianggap kurang akurat untuk memprediksi prestasi kerja maupun keberhasilan dalam kehidupan sosial dimasyarakat. Disamping itu dikemukakan pula bahwa hasil psikotes dan nilai prestasi akademik yang diperoleh dari bangku sekolah perguruan tinggi seringkali diskriminatif terhadap gender, kelompok minoritas, ataupun menurut strata sosio ekonomi. Hal ini memicu penelitian-penelitian babak baru untuk mencari metode-metode yang lebih baik untuk mengidentifikasikan kemampuan profesional dan kemampuan individu ditempat kerja, yang kemudian disebut sebagai kemampuan atau “kompetensi”.
Kompetensi menurut Lyle M. Spencer dan Signe M. Spe ncer (1993) adalah: “A competency is an underlying characteristic of individual that is causally related to criterion-referenced effective and/ or superior performance in a job or situation”.
Kompetensi seseorang menjadi ciri dasar individu dikaitkan dengan standar kriteria kinerja yang efektif dan atau superior. Dari penjelasan di atas Spencer berpendapat bahwa kompetensi disamping menentukan perilaku dan kinerja seseorang juga menentukan apakah seseorang melakukan pekerjaannya dengan baik berdasarkan standar kriteria yang telah ditentukan. Kemampuan manusia terwujudkan dengan karya, keterampilan, pengetahuan, perilaku, sikap, dan motif atau bakatnya ditemukan secara nyata dapat membedakan antara mereka yang sukses atau superior dan biasa-biasa atau average saja ditempat kerja.
Menurut Prihadi (2004) kompetensi diartikan dengan merujuk kepada:
  1. Kemampuan secara umum untuk menjalankan sebuah job atau bagian dari sebuah job secara kompeten, misalnya kompetensi pada fungsi perencanaan. 
  2. Kedua merujuk kepada salah satu rangkaian perilaku yang harus ditunjukkan oleh orang yang bersangkutan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas dan fungsi-fungsi suatu jabatan dengan kompeten.
Prihadi (2004) mengemukakan pokok-pokok pengertian tentang kompetensi yang berlaku dalam assessment centre:
  1. Kompetensi adalah hal-hal yang mampu dilakukan seseorang 
  2. Kompetensi menghasilkan kinerja efektif atau superior 
  3. Kompetensi merupakan perilaku yang didasari karakteristik fundamental 
  4. Kompetensi mengandung motivasi 
  5. Kompetensi didasari oleh potensi intelektual.
Kompetensi menurut Palan (2007) adalah sebagai deskripsi mengenai perilaku. Secara lebih terperinci deskripsi itu merujuk kepada karakteristik yang mendasari perilaku yang menggambarkan motif, karate ristik pribadi (ciri khas), konsep diri, nilai-nilai, pengetahuan, atau keahlian. Semua itu hanya dibawa atau dimiliki oleh seseorang yang berkinerja unggul (superior performance) didefinisikan sebagai deskripsi tugas atau hasil pekerjaan.
Marshall (1996) dalam Tjutju Yuniarsih (2008), mendefinisikan bahwa “a Competency is an underlying characteristic of a person, which enable s them to deliver superior performance in a given job, role or situation ”. Artinya bahwa kompetensi adalah ciri dasar seseorang, yang memungkinkan mereka meng hasilkan kinerja superior dalam pekerjaan, peran atau situasi”.
Watson Wyatt dalam Noor Fuad (2009:19), mendefinisikan kompetensi sebagai kombinasi dari keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan perilaku (attitude). Keterampilan, pengetahuan, dan perilaku itu dapat diamati dan diterapkan secara kritis untuk suksesnya sebuah organisasi dan prestasi kerja serta kontribusi pribadi pegawai terhadap organisasinya.
Berdasarkan berbagai pengertian tentang kompetensi kerja yang diungkapkan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa yan g dimaksud dengan kompetensi merupakan karakteristik yang dimiliki individu didasari potensi intelektual maupun perilaku yang bisa menghasilkan kinerja superior dan bisa bertahan lama (stabil) serta efektif dalam bidang pekerjaan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar