Manfaat Bernyanyi


Ada beberapa manfaat bernyanyi dilihat dari sudut pandang psikologi. Menurut tim peniliti Harvard yang mengadakan pertemuan American Association For The Advancement Of Science di San Diego, Amerika serikat menyebutkan:
Kegiatan bernyanyi mampu menyambungkan kembali bagian otak yang rusak. Dengan bernyanyi bagian otak yang lain yang berkaitan dengan pusat bahasa akan di aktifkan. Akibat dari sakit stroke adalah rusaknya pusat bahasa di otak. Dalam uji yang dilakukan di ketahui bagian otak tersebut merespon terapi intonasi melodi.
Dokter-dokter di Jepang bertahun-tahun lalu membuktikan bahwa terapi menyanyi membuat pasien cepat sembuh dan lebih bersemangat menjalani program penyembuhan. “Dengan menyanyi maka perasaan sedih, depresi, panik dan cemas bisa berkurang sehingga mempercepat proses penyembuhan," ungkapnya.
Menurut dr. Hermawan, “Kegiatan menyanyi mengaktifkan jembatan otak yang sering disebut golden bridge. Jembatan ini menghubungkan otak bagian kiri dan kanan”.
Menurut Alim, MB dalam (Zona Psikologi), menyatakan berikut adalah beberapa manfaat yang bias diambil dari anak bernyanyi:
  1. Melatih motorik kasar. Dengan melakukan kegiatan bernyanyi anak dapat juga melakukannya dengan menari, bergaya, bejoget dan lain-lain. Dan hal ini bisa meningkatkan dan melatih gerakan motorik anak. 
  2. Membentuk rasa percaya diri anak. Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Sehingga dengan meniru dan ikut bernyanyi dapat memberikan rasa percaya diri bahwa ia pandai untuk bernyanyi. Jangan lupa untuk memberikan pujian bagi anak. 
  3. Menemukan bakat anak. Bernyanyi bisa menjadi kegiatan yang sering dilakukan oleh anak. Ia sangat suka dan pandai sekali bernyanyi dengan diiringin musik, dengan gaya bernyanyinya yang khas dapat memberikan ia pemyaluran yang tepat dengan mengikuti lomba anak bernyanyi. 
  4. Melatih kognitif dan perkembangan bahasa anak. Bernyanyi tentu saja tidak bisa lepas dari kata dan kalimat yang harus d iucapkan. Dengan bernyanyi dapat melatih peningkatan kosa kata dan juga ingatan memory otak anak.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar