Ciri-ciri Pubertas

Ciri-ciri pubertas berbeda dengan tahapan perkembangan lainnya. Masa puber merupakan periode yang unik ditandai oleh perubahan perubahan perkembangan tertentu dan ditandai oleh berbagai ciri tersendiri dari perubahan perkembangan yang tidak muncul pada tahap-tahap lainnya.
Diantara ciri-ciri pubertas yang penting adalah sebagai berikut:
Masa transisi dan tumpang tindih
Masa puber merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara asa kanak-kanak dengan masa remaja, masa puber meliputi tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun awal masa remaja
Masa yang relatif singkat
Dilihat dari beragamnya perubahan yang terjadi di dalam maupun luar fisik, masa puber merupakan masa yang relative singkat yaitu sekitar 2 sampai 4 tahun. Anak yang mengalami masa puber selama dua tahun atau kurang dianggap sebagai anak yang “cepat matang” sedangkan anak yang membutuhkan 3 sampai 4 tahun untuk merampungkan masa transisi menuju dewasa dianggap sebagai anak yang “lambat matang”.
Bertahap
Walaupun relatif singkat masa puber terjadi secara bertahap dalam rentang kehidupannya.
Tahap-tahap masa puber menurut Hurlock (1994) sebagai berikut:
  1. Tahap pra puber. Tahap ini disebut juga tahap pematangan yaitu pada 1 atau 2 tahun terakhir masa kanak-kanak. Pada masa ini anak dianggap sebagai “pra puber” sehingga ia tidak disebut seorang anak dan tidak pula seorang remaja. Pada tahap ini, ciri-ciri seks sekunder mulai tampak namun organ-organ reproduksinya belum berkembang secara sempurna. 
  2. Tahap puber. Tahap ini disebut juga tahap matang, yaitu terjadi pada garis pembagi antara masa kanak-kanak dan masa remaja. Pada tahap ini kriteria kematangan seksual mulai muncul. Pada anak perempuan terjadi haid pertama dan pada anak laki-laki terjadi mimpi basah pertama kali pada tahap ini, ciri-ciri seks sekunder semakin berkembang dan sel-sel ovum dan sperma diproduksi dalam organ-organ seks. 
  3. Tahap pascapuber. Tahap ini bertumpang tindih dengan tahun pertama atau kedua masa remaja. Selama tahap ini, ciri-ciri seks sekunder telah berkembang baik dan organ-organ seks mulai berfungsi secara matang. 
  4. Masa pertumbuhan yang pesat. Masa puber merupakan masa pesatnya pertumbuhan dan mencoloknya perubahan dalam proporsi tubuh, dan pesatnya berbagai perubahan itu memunculkan keraguan, perasa an tidak mampu dan tidak aman, dan sering menimbulkan tingkah laku yang kurang baik. Seorang ahli yaitu Dunbar (Hurlock 1996) mengatakan: Selama periode ini anak sedang berkembang mengalami berbagai perubahan dalam tubuh, perubahan dalam status termasuk penampilan, pakaian, jangkauan, pilihan, dan peruba han dalam sikap terhadap seks dan lawan jenis. Kesemuanya meliputi hubungan orang tua anak yang berubah dan perubahan-perubahan dalam peraturan-peraturan yang dikenakan kepada anak muda. Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan terjadi berbarengan dengan perubahan pada masa puber. Pertumbuhan yang pesat terjadi selama 1 atau 2 tahun sebelum as pek seksualnya matang dan terus berlangsung selama 6 bulan sampai 1 tahun kemudian. 
  5. Masa negative. Masa puber sebagai fase negatif karena periode ini berlangsung singkat dan terjadi sifat-sifat negative yang belum terlihat dalam masa kanak-kanak dan perilaku khas dari fase negatif masa puber pada anak perempuan memang lebih menonjol daripada anak laki-laki. 
  6. Bisa terjadi kapan saja. Masa puber bisa terjadi kapan saja, dimana anak perempuan berusia 13 tahun sudah matang secara seksual, sedangkan pada anak laki-laki pada usia 14 tahun. Ini berarti kematangan seksual anak perempuan lebih singkat daripada anak laki-laki. Pada masa puber, seorang anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang mampu mengemban tugas biologis, seperti mulainya bekerja organ-organ reproduksi disertai perubahan-perubahan psikologis tertentu.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar