Ciri-ciri Perkembangan Seks

Ciri-ciri perkembangan seks dapat diamati baik secara fisik maupun psikologis. Ciri-ciri perkembangan seks berbeda antara perkembangan seks perempuan dan perkembangan seks laki-laki. Secara umum, ciri-ciri perkembangan seks dapat dibedakan menjadi ciri perkembangan seks primer dan ciri perkembangan seks sekunder.
Perkembangan Seks primer
Perkembangan ciri-ciri seks primer berkaitan dengan organ-organ seks yang merupakan perubahan fisik mendasar dari alat-alat reproduksi (kelamin) seperti adanya perubahan ukuran, tekstur, dan warna dari gonad dan testes, yang ada pada scrotum atau sac diluar tubuh. Ciri seks primer mencapai 10% ukuran kematangan pada usia 14 tahun. Setelah itu, selama 1 atau 2 tahun baru terjadi pertumbuhan pesat, selanjutnya pertumbuhan itu akan menurun. Pada usia 20 atau 21 tahun, testis sudah berkembang secara penuh.
Seperti pertumbuhan testis yang pesat, pertumbuhan penispun meningkat pesat. Diawali dengan penambahan panjang dan besarnya secara berangsur-angsur. Ketika organ reproduksi laki-laki matang, anak laki-laki akan mengalami mimpi basah artinya bermimpi tentang seksual yang menggairahkan yang ditandai dengan keluarnya sperma yang membasahi celananya.
Organ-organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber. Berat uterus anak usia 11 (12) tahun berkisar 5,3 gram, dan pada usia 16 tahun mencapai rata-rata 43 gram. Haid dianggap sebagai petunjuk pertama bahwa mekanisme reproduksi anak perempuan menjadi matang yang merupakan serangkaian pengeluaran lendir, darah, yang berhenti pada saat wanita mencapai menopause.
Perkembagan Seks sekunder
Perkembangan seks sekunder merupakan perubahan fisik yang tidak berkaitan langsung dengan alat-alat reproduksi, melainkan munculnya tanda-tanda yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Pada saat ciri-ciri seks sekunder muncul, maka daya tarik remaja terhadap lawan jenis dan gairah seksualnya mulai ada.
Ciri-ciri seks sekunder pada wanita antara lain:
  1. Pinggul yang membesar dan membulat karena berkembangnya lemak bawah kulit. 
  2. Buah dada dan puting susu tampak menonjol, payudara menjadi lebih besar dan bulat. 
  3. Tumbuhnya rambut di kemaluan, ketiak , lengan, kaki dan kulit wajah. 
  4. Kulit menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pucat dan lubang pori-pori bertambah besar. 
  5. Terjadi perubahan suara menjadi lebih merdu. 
  6. Kelenjar keringat lebih aktif dan kulit lebih menja di kasar dibanding kulit anak. 
  7. Otot semakin kuat dan semakin besar, sehingga memberikan bentuk pada bahu, lengan, dan tungkai kaki.
Adapun ciri-ciri seks sekunder pada laki-laki antara lain:
  1. Otot-otot tubuh, dada, lengan, paha dan kaki tumbuh kuat. 
  2. Tumbuh rambut di daerah kelamin yang mulanya hanya sedikit dan halus serta berwarna terang, lalu menjadi gelap dan kasar, juga tumbuh bulu pada betis atau dada. 
  3. Kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, warnanya pucat dan pori-pori meluas. 
  4. Kelenjar lemak atau yang memproduksi minyak dalam kulit semakin membesar dan menjadi lebih aktif, sehingga menimbulkan jerawat. 
  5. Terjadi perubahan suara 
  6. Benjolan-benjolan kecil disekitar kelenjar susu timbul sekitar usia 12 tahun atau 14 tahun. Ini berlangsung selama beberapa minggu dan kemudian menurun jumlahnya maupun besarnya.
Pada umumnya anak perempuan yang berusia 11 tahun atau 12 tahun lebih cepat pertumbuhannya dibanding anak laki-laki. Dalam pertumbuhan biologisnya saat remaja, wanita mulai memperhatikan tubuh lelaki yang ideal. Saat itu mulailah timbulperasaan saling tertarik antara keduanya, yang dipengaruhi oleh daya tarik seksual.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar