Aspek-Aspek Kemandirian

Terdapat beberapa aspek-aspek kemandirian. Aspek-aspek kemandirian menurut Beller yang telah dikutip Oleh yunus Hanis Syam meliputi mengambil inisiatif, mencoba mengatasi rintangan dalam lingkungannya, mencoba mengarahkan perilakunya menuju kesempurnaan, memperoleh kepuasan dari bekerja dan mencoba mengerjakan tugas-tugas rutin oleh dirinya sendiri (Syam, 2006). Dalam melatih kemandirian pada seorang anak itu sangatlah sulit, namun hal itu dapat dilakukan walau dengan cara bertahap. Prinsip yang perlu diingat adalah bahwa anak akan terlatih menjadi mandiri bila ia diberi peluang untuk melakukannya.
Menurut Mu’tadin seseorang dapat dikatakan mandiri bila ia memenuhi aspek-aspek kemandirian, yang terdiri dari empat aspek yaitu:
  1. Emosi. Aspek ini ditunjukkan dengan kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantungnya emosi dari orang tua. 
  2. Ekonomi. Aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengatur ekonomi dan tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orangtua. 
  3. Intelektual. Aspek ini ditunjukkan dengan kemampuan mengatasai berbagai masalah yang dihadapi. 
  4. Sosial. Aspek ini ditunjukkan dengan kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan oranglain dan tidak tergantung atau menunggu aksi dari orang lain.
Menurut Masrun (dalam Widayatie, 2009) kemandirian ditunjukkan dengan beberapa bentuk yaitu:
  1. Tanggungjawab yaitu Kemampuan memikul tanggung jawab, kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas, mampu mempertanggungjawabkan hasil kerjanya, kemampuan menjelaskan peranan baru, memiliki prinsip mengenai apa yang benar dan salah dalam berfikir dan bertindak. 
  2. Otonomi ditunjukan dengan mengerjakan tugas sendiri yaitu suatu kondisi yang ditunjukkan dengan tindakan yang dilakukan atas kehendak sendiri dan bukan orang lain dan tidak tergantung pada orang lain dan memiliki rasa percaya diri dan kemampuan mengurus diri sendiri. 
  3. Inisiatif ditunjukkan dengan kemampuan berfikir dan bertindak secara kreatif. 
  4. Kontrol diri yang kuat, ditunjukkan dengan pengendalian tindakan dan emosi mampu mengatasi masalah dan kemampuan melihat sudut pandnag orang lain.
Menurut Lamman, dkk (1998), aspek-aspek kemandirian terdiri dari:
Kebebasan
Kebebasan merupakan hak asasi bagi setiap manusia. Perwujudan kemandirian seseorang dapat terlihat dalam kebebasannya membuat keputusan, tidak merasa cemas atau takut atau malu apabila keputusannya tidak sesuai dengan keyakinan atau pilihan orang lain. Seorang yang mandiri memiliki kebebasan untuk bertingkah laku sesuai kehendak sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Individu memilki kebebasan baik dalam membuat maupun melaksanakan keputusannya sendiri.
Inisiatif
Inisiatif merupakan suatu ide yang diwujudkan kedalam bentuk tingkah laku atau tindakan. Perwujudan kemandirian seseorang dapat dilihat dalam kemampuannya untuk mengemukakan ide, pendapat dan mempertahankan sikapnya.
Kepercayaan diri
Kepercayaan diri merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu mengerjakan sesuatu hal dengan baik. Perwujudan kemandirian seseorang dapat dilihat dari kemampuannya untuk berani menentukan pilihan, percaya bahwa diri mampu untuk mengorganisasikan diri sendiri, dan mampu untuk menghasilkan sesuatu dengan baik. Seorang yang mandiri mampu untuk melaksanakan segala sesuatu atas kemampuannya sendiri.
Tanggungjawab
Perwujudan kemandirian dapat dilihat dalam tanggung jawab seseorang untuk berani menanggung resiko atas konsekuensi dari keputusan yang telah diambil, menunjukkan loyalitas dan memiliki kemampuan untuk membedakan atau memisahkan antara kehidupan dirinya dengan kehidupan orang lain di lingkungannya.
Ketegasan diri
Ketegasan diri menunjukkan adanya suatu kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri. Perwujudan kemandirian seseorang dapat dilihat dalam keberanian seseorang untuk mempertahankan pendapat atau prinsipnya, meskipun pendapatnya berbeda dari orang lain.
Pengambilan keputusan
Di dalam kehidupan, setiap orang selalu dihadapkan pada berbagai pilihan yang memaksanya untuk mengambil keputusan. Perwujudan kemandirian seseorang dapat dilihat dalam kemampuan seseorang untuk menemukan akar masalah, mengevaluasi segala kemungkinan di dalam mengatasi masalah dan berbagai tantangan serta kesulitan lainnya tanpa harus mendapat bantuan dari orang lain.
Kontrol diri
Kontrol diri merupakan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, baik dengan mengubah tingkah laku atau menunda tingkah laku, tanpa pengaruh dari orang lain. Melalui aspek ini dapat dilihat kemandirian aspek emosi seseorang yaitu dalam kemampuannya untuk menguasai konflik-konflik dalam dirinya.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar