Tanaman Melon

Tanaman melon (Cucumis melo L) termasuk salah satu anggota famili Cucurbitaceae, banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Tanaman melon mirip dengan tanaman ketimun. Merupakan tanaman semusim dengan akar menyebar tetapi dangkal, menjalar di tanah atau ditambatkan pada lanjaran/turus bambu, tumbuh di ketinggian 300-900 m di atas permukaan laut. Tanaman ini juga mempunyai banyak cabang (Tjahjadi, Nur 1989).
Melon dapat tumbuh dan berkembang dengan baik bila ditanam di tempat yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman melon. Faktor tanah, iklim dan air sangat mempengaruhi pertumbuhan melon. Tanaman melon membutuhkan tanah yang subur yang kaya akan unsur hara tanah. Keadaan iklim seperti suhu, curah hujan, sinar matahari, kelembaban, ketinggian tempat. mutlak diperlukan tanaman melon sebagai pengangkut unsur hara dari dalam tanah ke bagian atas tanaman, tanaman melon sangat peka terhadap air yang menggenang sehingga sistem drainase pada lahan melon harus mendapat perhatian utama (Tjahjadi, 1987).
Taksonomi Tanaman Melon
Melon termasuk keluarga tanaman labu-labuan (Cucurbitaceae). Kedudukan tanaman melon dalam sistematika tumbuhan, diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi: Spermatophyta
Subdivisi: Angiospermae
Klas: Dikotiledoneae
Subklas : Sympetalae Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Cucumis
Species: Cucumis melo L (Agramedia, Redaksi 2007).

Morfologi
Daun
Bentuk daun melon agak bulat, bersudut sebanyak lima buah dengan bagian tepi daun tidak rata (bergerigi), ukurannya 10-16 cm , bagian permukaan berbulu, susunan berselang seling, tumbuh subur pada setiap ketiak daun, memiliki tangkai yang  panjangnya 10-17 cm.
Akar
Tanaman melon mempunyai akar tunggang dan akar samping banyak serta agak dalam. Akar samping berupa serabut yang jumlahnya banyak, kuat, dan panjang.
Batang
Batang dari tanaman melon berbentuk segi lima dengan sudut tidak runcing, pertumbuhannya tidak lurus, berbatang lunak, berbulu dan warnanya hijau muda.
Bunga
Bunga melon berbentuk lonceng berwarna kuning cerah, kelopak daun sebanyak 5 buah.
Buah
Buah melon sangat beragam dalam hal ukuran,bentuk buah,rasa,aroma,dan bagian permukaan buahnya ada yang halus dan ada yang memiliki jala (net), hal ini sangat tergantung pada varietasnya
Daging
Daging buah melon berwarna jingga-tua hingga muda, kuning-jingga, hijau, hijau-muda, putih, putih-susu sampai putih kehijau-hijauan. Ketebalan daging buah antara agak tebal (sedang), sampai tebal
Biji
Biji buah melon umumnya berwarna coklat muda, panjangnya rata-rata 0,9 mm dan diameter 0,4 mm. Dalam satu buah melon terdapat sekitar 500-600.
Perkembangbiakan
Cara perkembangbiakan tanaman melon secara generatif (dengan biji).
Kandungan Zat Gizi Buah Melon
Kandungan zat gizi buah melon dalam 100 g dapat dilihat pada Tabel di bawah, berikut ini:
Tabel Kandungan zat kimia buah melon
Food and Nutrition Research Center Handbook No.1 Manila (1964)
Komposisi Gizi
Banyaknya (Jumlah)
Energi
22,00 kal
Protein
0,60 g
Lemak
0,10 g
Karbohidrat
5,30 g
Serat
0,30 g
Abu
0,50 g
Kalsium
12,00 mg
Fosfor
30,00 mg
Kalium
183,00 mg
Zat Besi
0,50 mg
Natrium
6,00 mg
Vitamin A
2.140,00 S.I
Vitamin B1
0,03 mg
Vitamin B2
0,02 mg
Vitamin C
35,00 mg
Niacin
0,80 mg
Air
93,50 g




 Tipe dan Varietas Melon
Tipe Kulit Melon 
  1. Tipe melon berjaring  (netted melon). Tipe ini memiliki ciri-ciri kulit buahnya keras, kasar, berurat dan bergambar seperti jala (net), aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter– melon, lebih cepat masak antara 75– 90 hari, awet dan tahan lama untuk disimpan. Contohnya Cucumis melo var. reticulatus, buah kecil, berurat seperti jala dan harum dan Cucumis melo var. cantelupensis, buah besar, kulit bersisik dan harum. 
  2. Tipe melon tanpa jaring  (winter melon). Tipe ini memiliki ciri-ciri berkulit buah halus, mengkilat dan aroma buah tidak harum, buah lambat untuk masak antara 90– 120 hari, mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan, tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias. Contohnya adalah (Cucumis melo var. Inodorous). Golongan casaba melon ini buahnya mempunyai ciri-ciri berkulit halus, berwarna hijau sampai kuning jingga (Tjahjadi, Nur,1987). 
  3. Tipe melon semi jaring (semi netted melon). Selain tipe netted dan winter melon, terdapat pula tipe yang kulitnya semi berjaring (semi netted melon) dengan warna daging buah hijau muda dan kuning. Varietas jade dew dan ten me merupakan contoh melon tipe semi berjaring, tetapi mempunyai penampilan agak mirip winter melon.b. Varietas Buah Melon
Varietas Buah Melon 
  1. Sky Rocket. Varietas sky rocket merupakan jenis melon yang paling banyak ditanam. Varietas ini berasal dari Taiwan umur panen 45-50 hari setelah berbunga, mempunyai berat 1,5-2 kg, warna kulit hijau kekuningan dan berjaring, bentuk bulat warna daging buah hijau muda,  serat halus dan rasanya manis, beraroma harum, kandungan gula dalam daging buahnya mencapai 14-16%, buahnya tebal sehingga relatif tahan dalam pengangkutan dan penyimpanan. 
  2. Sun Lady. Melon varietas ini berasal dari Taiwan umur panen 85 hari setelah tanam, bentuk buah bulat oval, mempunyai berat rata-rata 0,4 kg, warna kulit putih kehijauan, halus tanpa jaring sedangkan daging buahnya berwarna jingga- muda, tekstur halus, berair, rasanya manis, dan beraroma harum, kandungan gula dalam daging buahnya mencapai 14-16%, buahnya tebal sehingga relatif tahan dalam pengangkutan dan penyimpanan. 
  3. Jade Dew. Buah melon Jade Dew berasal dari Taiwan umur panen 90 hari setelah tanam, bentuk buah bulat dengan berat mencapai 2 kg. Permukaan kulitnya semi berjaring dan berwarna kuning gading. Daging buahnya berwarna hijau muda, berair, rasa manis, beraroma harum dan bertekstur renyah, kandungan gula dalam daging buahnya mencapai 14-16%, buahnya tebal sehingga relatif tahan dalam pengangkutan dan penyimpanan. 
  4. Honey Dew. Varietas melon honey Dew berbentuk bulat dengan bobot mencapai 2 kg. Permukaan kulitnya berwarna hijau keputihan dan halus tanpa jala, biji buah melon ini relatif sedikit, rasa manis dan lembut, buah melon ini tahan lama disimpan karena kulitnya relatif tebal 
  5. Autumn Sweet. Buah melon Autumn Sweet berbentuk bulat penuh dengan bobot mencapai 1,3 kg. Permukaan kulitnya berwarna kuning dengan tekstur seperti jaring, daging buahnya berwarna putih sampai jingga cerah, rasa manis, tekstur empuk, berair 
  6. Milkey Way. Buah melon Milkey Way berbentuk bulat, kulit buah berwarna putih krem, halus dan tidak berjaring, daging buahnya berwarna hijau muda, rasanya manis dan beraroma harum, kandungan zat gula dalam buahnya sekitar 14%, buahnya yang relatif tebal membuat buah ini tahan lama disimpan 
  7. Ten Me Varietas. Ten Me dikenal sebagai melon yang paling berkualitas dan mahal harganya. Bobot buahnya bisa mencapai 4 kg dengan bentuk bulat panjang. Permukaan kulitnya putih kekuningan dan berjaring halus. Daging buahnya tebal berwarna putih krem, lembut, wangi dan sangat manis. Kandungan gula dalam daging buahnya mencapai 14-16%. Tanaman ini tergolong mudah berbuah dan dapat penen 45-50 hari setelah berbunga 
  8. New Century Melon New Century menghasilkan buah berbentuk lonjong. Kulitnya berwarna kuning dengan tekstur jaring-jaring menghasilkan buah berbentuk lonjong. Kulitnya berwarna kuning dengan tekstur jaring-jaring yang tipis dan jarang. Daging buahnya tebal, berwarna jingga, sangat manis, tekstur renyah. Jenis melon yang berasal dari Taiwan ini, berat buah rata-rata 1.5 kg, tetapi ada yang sampai 4 kg (Samadi, Budi, 1995).
Manfaat Buah Melon
Manfaat buah melon adalah membantu sistem pembuangan dengan mencegah sembelit, menyembuhkan penyakit eksim, sebagai antikanker, menurunkan resiko serangan penyakit jantung dan stroke, mencegah penggumpalan darah, menurunkan resiko penyakit ginjal, mencegah dan menyembuhkan panas dalam (Dedeh, 2009).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar